Ponpes Belum Capai Target Progam OPOP, Ridwan Kamil :  Masyarakat Belum Berani Berbisnis 

Senin, 28 November 2022 22:39 WIB

Share
Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama PLT Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan jajaran saat berada di Ponpes An Nur di Jalan KH Mochtar Tabrani, Kaliabang Tengah Bekasi Utara. Senin (28/11/2022) sore. (Foto: Ihsan Fahmi).
Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama PLT Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan jajaran saat berada di Ponpes An Nur di Jalan KH Mochtar Tabrani, Kaliabang Tengah Bekasi Utara. Senin (28/11/2022) sore. (Foto: Ihsan Fahmi).

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berujar, program One Pesantren One Product (OPOP) provinsi Jawa Barat hampir mencapai target.

Program keumatan pada pondok pesantren (ponpes) itu pun telah banyak lahir beragam usaha untuk membantu perekonomian masyarakat.

"Ekonomi keumatan Jawa Barat, ada 2800 bisnis lahir selama 4 tahun dan target 1200 lagi kira kira gitu ya, sudah mendekati 5000 akan kita selesaikan di tahun depan," ujar Ridwan Kamil di Pesantren An Nur, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Senin (28/11/2022).

Lebih lanjut, kini telah hadir 3 ribu bisnis menyasar pada pesantren di Jawa Barat.

"Bisa mandiri secara ekonomi berinovasi juga sangat melek digital. Semoga ini bisa diapresiasi," tutur Ridwan Kamil.

Kendati demikian, ia menarget 5000 usaha bisnis menyentuh pesantren.

Namun untuk mencapai target itu, gubernur Jabar yang kerap disapa Kang Emil, mengaku memiliki kendala.

Kendala itu di antaranya masyarakat belum secara matang memiliki keberanian membangun usaha.

"Proses keberanian aja, karena ga semua berani berbisnis ada takutnya makanya dibimbing jadi kita bikin skalanya yang baru start up sama yang udah bagus kemudian kita juga ada partner sampai 1,5 triliun siap memodali bisnis OPOP," ucap Kang Emil itu.

Sementara itu, PLT Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengungkapkan, bila di Kota Bekasi agar turut tergerak berinovasi melalui unit usaha yang digagas dalam OPOP Jawa Barat.

Halaman
Reporter: Ihsan Fahmi
Editor: Idham Kurniawan
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar