ADVERTISEMENT

Ancaman FIFA Soal Ban Lengan Pelangi Dikecam Menteri Luar Negeri AS

Jumat, 25 November 2022 06:00 WIB

Share
Ban lengan bermotif pelangi untuk mendukung hak-hak LGBT.
Ban lengan bermotif pelangi untuk mendukung hak-hak LGBT.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

QATAR, POSKOTA.CO.ID - Keputusan FIFA dikecam Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Kecaman ini datang dari Antony Blinken akibat FIFA mengancam akan memberikan kartu kuning, tanda peringatan, terhadap pemain mana pun di ajang Piala Dunia yang mengenakan ban lengan guna mendukung sikap inklusif dan keragaman.

“Selalu memprihatinkan ketika melihat adanya pembatasan kebebasan berekspresi. Terutama ketika ekspresi itu demi keragaman dan sikap inklusif,” ucapnya pada Selasa (22/11/2022) di Klub Diplomatik Club Doha seperti dikutip dari AP.

Antony Blinken menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers bersama mitranya Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.

Lanjutnya,“Menurut penilaian saya, setidaknya tidak ada satu orang pun di lapangan sepak bola yang boleh dipaksa untuk memilih antara mendukung nilai-nilai ini atau bermain untuk tim mereka.”

FIFA memberi peringatan bahwa para pemain akan langsung diganjar kartu kuning. Sebagai informasi, ketika seorang pemain menerima dua kartu kuning, dia akan dikeluarkan dari pertandingan tersebut dan berikutnya.

Peringatan ini dikeluarkan hanya beberapa jam sebelum para pemain pertama yang mengenakan ban lengan untuk mendukung kampanye “Satu Kasih” (One Love) turun ke lapangan pada hari Senin (21/11/2022).

Pada akhirnya tidak ada pemain yang mengenakan ban lengan untuk mendukung kampanye tersebut saat turun ke lapangan pada hari Senin.

Meskipun tujuh tim Eropa sempat mengatakan berencana mengenakannya menjelang turnamen.

Harry Kane dari Inggris mengenakan ban lengan dengan pesan “Tidak Boleh Ada Diskriminasi” yang disetujui FIFA dan ditawarkan sebagai kompromi dalam pertandingan melawan Iran. ***

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT