Tumbuhkan Rasa Saling Peduli, Pelajar yang Pernah Terlibat Tawuran di Jakarta Barat Ikuti Pelatihan Outbond

Kamis, 24 November 2022 15:05 WIB

Share
Walikota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko. (foto: poskota/pandi)
Walikota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko. (foto: poskota/pandi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat melakukan kegiatan outbond terhadap para pelajar yang pernah terlibat tawuran. Upaya itu dilakukan guna menjalin keakraban antar pelajar.

Walikota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko mengatakan, terkait masih maraknya tawuran antarsekolah yang melibatkan pelajar, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Barat dan juga TNI.

Menurutnya, pelatihan outbond kepada para pelajar itu telah dilaksanakan oleh Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat dengan melibatkan perwakilan dari beberapa sekolah.

"Kami telah lalukan semacam outbond kepada mereka-mereka yang kami telah data. Tentunya ini adalah dalam rangka untuk mengenal antarpelajar. Mudah-mudahan kalau mereka kenal tentu mereka akan sayang dan cinta, pengenalan itu adalah pintu cinta dan sayang," ujarnya kepada wartawan, Rabu 23 November 2022.

Kegiatan tersebut, kata Yani, akan terus dilaksanakan untuk mencegah adanya tawuran antarpelajar. Sebab dia menilai cara tersebut dapat menumbuhkan rasa saling peduli antar sesama pelajar.

"Alhamdulillah dengan ada kegiatan-kegiatan tersebut ini menurut data berangsur-angsur menjadi berkurang. Terus kita upayakan supaya tidak ada lagi anak-anak kita menjadi korban atas aksi tawuran ini," jelasnya.

Yani menjelaskan, pihaknya telah mendata sekolah mana saja yang kerap terlibat tawuran. Bahkan pelajar yang ditangkap karena tawuran juga ikut didata.

Pendataan tersebut dilakukan guna memudahkan petugas dalam rangka mencatat sekolah mana saja yang kerap tawuran. Termasuk pelajar yang kerap terlibat tawuran.

"Tentunya sekolah-sekolah rawan itu sudah ada datanya dan mereka-mereka yang kita lakukan outbond pelatihannya. Mereka-mereka yang sudah terdeteksi, mereka kita lakukan, terutama mereka pentolan-pentolannya," pungkas Yani. (pandi)

Reporter: Pandi Ramedhan
Editor: Cahyono
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar