BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Polisi menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor dengan cara diangkat dan viral di sosial media di Cikarang Barat, Bekasi.
Salah satu pelaku ternyata seorang residivis.
"Peristiwa tindak pidana pencurian, terhadap sepeda motor yang terjadi di ini ya. Itu dengan cara di angkat roda depan kemudian di tarik keluar," ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan, Selasa (8/11/2022).
Menurut Kombes Gidion Arif Setyawan, para pelaku melakukan aksinya dengan menggunakan kunci magnet.
Kedua tersangka ialah Hendra alias Bendot (31) dan Misar (40).
Tersangka Bendot merupakan residivis pencurian handphone.
Bendot pernah menjalani hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan, pada tahun 2015 di Lembaganya Pemasyarakatan Cipayung.
"Pelaku beraksi berdua terus, seperti soulmate, salah satu nya residivis," ungkapnya.
Pelaku dapat diamankan, usia telah terjadi pencurian di tempat kos yang berlokasi di Desa Ganda Mekar, Cikarang Barat, tanggal 25 Oktober 2022.
Korban yang tinggal di kos, kaget usai Motor yang terparkir di area kos berlantai 2 tersebut telah hilang.
Korban pun melaporkan ke Polsek Cikarang Barat. Saat dilakukan pengusutan, melalui tayangan CCTV, teridentifikasi pelaku Hendra.
Bendot diamankan di kontrakannya di Rawa Banteng, Cikarang Barat.
Dari pengakuannya, Bandot telah melakukan pencurian sepeda motor Sebanyak 76 kali.
Sedangkan, Misar dapat diamankan pada 6 November 2022 lalu.
"Tersangka telah melakukan sebanyak 73 kali, 76 di LP (laporan), Di daerah kabupaten Bekasi ini mulai dari Januari 2022 terhitung 76 LP. Kemudian ada 9 unit motor yang disitu dari pelaku," tutur Kombes Gidion.
Dari pelaku, pihaknya mengamankan sebanyak 9 unit sepeda motor hasil curian.
"Ada beberapa yang kita sita ini 9 unit," jelasnya.
Usut punya usut, usai mencuri sepeda motor, para pelaku segera menjual ke seseorang di wilayah Karawang Jawa barat.
Pelaku menjual barang curiannya seharga Rp 2,5 juta per unit.
Para pelaku Telah melakukan aksinya selama hampir satu tahun, dimulai sejak Januari 2022 lalu.
Terhadap para tersangka, mereka dikenakan per laporan yang telah tercatat oleh kepolisian.
"363 KUHPidana dengan hukuman selama lamanya tujuh tahun kurungan penjara," pungkasnya.