Jadi Katalis Positif Kepuasan Jokowi, BLT Juga Berikan Kontribusi Pertumbuhan PDB

Selasa, 4 Oktober 2022 14:10 WIB

Share
Presiden Joko Widodo saat meninjau penyaluran BSU dan BLT BBM. (setwapres) di Kantor Pos Baubau. (Foto: biro press)
Presiden Joko Widodo saat meninjau penyaluran BSU dan BLT BBM. (setwapres) di Kantor Pos Baubau. (Foto: biro press)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pakar Kebijakan Publik Universitas Indonesia Zuliansyah mengatakan bantuan langsung tunai atau BLT ke masyarakat kecil di tengah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) cukup memberikan memberikan katalis positif terhadap peningkatan kepuasan bagi Presiden Jokowi.

“Memang kalau kita lihat itu kan rakyat cukup puas ya dari 62,6% naik menjadi 67 % persen artinya naik ke sekitar 5% dalam jangka waktu yang cukup singkat. Memang kalau kita lihat disurveinya itu bahwa kemudian bantuan langsung kepada rakyat itu memberikan porsi yang tertinggi ya memang kalau kita lihat dari logikanya itu memang pas,” ujar Zuliansyah kepada wartawan, Selasa, (4/10/2022).

Dosen Fakultas Ilmu Administrasi UI menambahkan, manfaat dari bantuan yang diterima langsung oleh masyarakat terbukti mengkatrol tingkat kepuasan di samping program-program Presiden Jokowi yang sudah lama di kerjakana seperti pada sektor infrastruktur.

“Artinya itu kan program langsung diterima langsung oleh masyarakat, lalu ada survei maka tentu saja ia akan mengalami kenaikannya kepuasannya. Walaupun ada beberapa program-program Presiden Pak Jokowi yang sudah lama dilakukan seperti infrastruktur jalan dan sebagainya Itu juga kepuasannya cukup tinggi,” ulasnya.

Namun, Zuliansyah juga memberikan masukan kepada pemerintah terhadap masalah lain di masyarakat seperti kenaikan harga bahan pokok yang harus diperhatikan dan harus segera ditangani.

“Harus segera memperhatikan variabel-variabel masyarakat yang merasa tidak puas itu harus disentuh terus itu harus ditangani secara cepat,” kata Zuliansyah.

Sementara itu, Peneliti Bidang Ekonomi Makro dan Perdagangan Internasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Iwan Hermawan mengatakan bantuan sosial (bansos) akan menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menurut Iwan Hermawan, bansos akan berdampak terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 0,0067 persen.

“Kenaikan harga BBM dan bansos masih akan memberikan dampak positif terhadap PDB,” kata Iwan.

Iwan Hermawan menyebut bansos akan menjaga penurunan daya beli masyarakat berada di angka 0,18 persen dan kenaikan inflasi di angka 1,17 persen.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar