Tim DVI Polri Perbarui Data: Setelah Ditelusuri di RS, Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Ternyata Berjumlah 125 Orang

Minggu, 2 Oktober 2022 20:46 WIB

Share
Arema vs Persebaya yang berakhir ricuh, akibatkan 60 korban meninggal yang kebanyakan terkepung gas air mat. (foto: tangkapan layar/ist)Arema vs Persebaya Ricuh, Arema FC, Persebaya,
Arema vs Persebaya yang berakhir ricuh, akibatkan 60 korban meninggal yang kebanyakan terkepung gas air mat. (foto: tangkapan layar/ist)Arema vs Persebaya Ricuh, Arema FC, Persebaya,

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri, memperbaharui data jumlah korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruan Kabupaten Malang.

Menurut  Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan, data terbaru dan mutakhir terkait jumlah korban meninggal dalam tragedi mengerikan itu berjumlah sebanyak 125 orang.

"Update data terakhir yang dilaporkan meninggal dunia 129, setelah ditelusuri di RS terkait korban  meninggal dunia menjadi 125 orang," kata Nyoman Eddy kepada awak media, di Jakarta, Minggu (2/10/2022).

Dia menjelaskan, selisih yang terjadi dalam hal jumlah korban tewas, disebabkan karena adanya kesalahan pada pencatatan di Rumah Sakit yang menangani para korban.

"Dari jumlah korban meninggal dunia tersebut, 125 korban telah teridentifikasi seluruhnya atau 100 persen," ucapnya.

Sementara itu, terkait dengan jumlah korban luka akibat tragedi tersebut, papar dia, korban luka tercatat ada sebanyak 323 orang. "Jumlah korban luka sebanyak 323 orang," terangnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), hari ini Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali akan bertolak ke Malang, Jawa Timur.

"Sesuai dengan perintah bapak Presiden, hari ini Kapolri dan Menpora akan berangkat ke Malang," kata Dedi kepada wartawan, Minggu (2/10/2022).

Selain itu, mantan Kapolda Kalimantan Tengah tersebut juga berujar, Tim DVI Mabes Polri yang sebelumnya sudah berangkat ke Malang, telah mengerahkan seluruh tim dokter dari RS Bhayangkara Malang, RS Bhayangkara Kediri dan RS Bhayangkara Surabaya guna mempercepat proses identifikasi korban dan memberikan pelayanan kesehatan ke korban luka.

"Fokus Polri saat ini ada dua, yaitu kerjasama dengan tim medis setempat dalam rangka memberikan pelayanan medis yang terbaik, supaya jumlah korban tidak bertambah," ucap Dedi.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar