Salah Prosedur Atasi Kericuhan di Kanjuruhan Hingga Ratusan Jiwa Melayang, Kapolres Malang Harus Dicopot, Bupatinya Diminta Mundur

Minggu, 2 Oktober 2022 17:09 WIB

Share
Suasana kericuhan di Stadion Kanjuruhan usai Arema FC menelan kekalahan 2-3 dari rival Persebaya dalam pertandingan pekan ke 11 Liga 1 BRI.(ist)
Suasana kericuhan di Stadion Kanjuruhan usai Arema FC menelan kekalahan 2-3 dari rival Persebaya dalam pertandingan pekan ke 11 Liga 1 BRI.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Teragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang tersebut menuai banyak komentar dari berbagai kalangan di Indonesia bahkah hingga dunia.

Pasalnya, 186 nyawa melayang sia,sia dalam laga Liga 1 2022 yang mempertemukan rival antara Arema FC vs Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 kemarin malam.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengldesak Kapolri untuk segera mencopot Kapolres Malang. Sebab, ia menduga ada kesalahan prosedur dalam mengatasai kericuhan di Kanjuruhan, Malang.

"Partai Buruh juga meminta agar Bupati Malang untuk mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral karena kejadian ini terjadi di wilayahnya," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/9/2022).

Tak hanya itu, Partai Buruh juga mendesak agar kasus Kanjuruhan ini dapat diambil alih oleh Mabes Polri sehingga kasus ini dapat diusut dengan tuntas.

"Mendesak agar kasus ini diambil alih oleh Mabes Polri untuk dilakukan pengusutan secara tuntas dan memberikan hukuman (baik pidana maupun perdata) kepada para pihak yang bertanggungjawab tehadap tragedi kemanusiaan sesuai dengan peraturan yang berlaku," tandasnya.

Partai Buruh juga meminta PSSI untuk menghentikan pertandingan Liga I sampai pengusutan tragedi kemanusiaan ini dilakukan secara tuntas. 

"PSSI juga harus berjanji dan memastikan agar kasus serupa tidak terulang kembali dengan memperbaiki sistem dan prosedur serta pengamanan pertandingan sepak bola," tandasnya.

Lebih lanjut, Said Iqbal menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mengibarkan bendera setengah tiang di rumah masing-masing sebagai tanda bentuk rasa duka cita yang mendalam.

Dan yang terakhir ia juga menyerukan kepada masyarakat agar menjaga budaya sepakbola yang sehat, sportif, dan tanpa kekerasan di kalangan penggemar sepakbola. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar