Tak Terima Digugat Cerai, Celana Dalam Bekas Istri Dicuri

Minggu, 25 September 2022 06:00 WIB

Share

Perintah dukun ngkali, Lastiono, 35, dari Lamongan (Jatim) ini mencuri celdam milik Tartik, 30, bekas istrinya. Uniknya, soal begituan dilaporkan ke polisi  juga oleh korban. Untung Kejaksaan Lamongan meng-SP3-kan perkaranya, karena Lastiono –Tartik juga sudah saling memaafkan. Diharapkan Lastiono iklas atas kedudaannya.

Bila talak atau perceraiannya tak disepakati kedua pihak, bisa salah satu tak ridla menerima status barunya sebagai duda ataupun janda. Ada yang pasrah karena keterbatasannya, ada juga yang malah bertarget, “Sebelum ayam berkokok 1 Januari 2024, bekas istriku harus kembali ke pangkuanku!” Boleh juga lagaknya, padahal dia belum seupilnya Bung Karno saat hendak membebaskan Irian Barat tahun 1962.

Lastiono warga Sarirejo Kabupaten Lamongan memang tak sampai sebegitunya. Tapi hatinya remuk redam ketika hakim di Pengadilan Agama mengabulkan gugatan istriya, thokkkkk! Itu berarti sejak itu juga tak boleh menyentuh Tartik, karena statusnya bukan lagi suami istri. Bergaul tak dilarang memang, tapi menggauli jangan, itu statusnya menjadi zina. Jika merujuk ke pasal KUHP bisa kena penjara maksimal 9 bulan.

 

Asal tahu saja, sebelum bercerai keduanya hidup rukun dan damai di kompleks Mertua Indah yang bebas cicilan. Tapi setelah putusan PA Lamongan jatuh, mau tak mau Lastiono harus get out dari rumah mertua. Saking tergesa-gesanya, dia jadi lupa akan dokumen-dokumen pribadinya, misalnya ijazah dari SD sampai SMA, bukti cicilan motor yang knalpotnya berbunyi dit dit dit….kredit!

Lebih dari itu dia jadi dendam membara pada mantan istri. Soalnya gara-gara nganggur terdampak Covid-19, Tartik langsung minta cerai, padahal Lastiono pernah bilang, “Aku masih sayang kamu!” Dan paling menyedihkan, sejak terusir dari rumah mertua dan kembali ke rumah orangtua, di malam hari terasa kagok betul. Biasanya ada yang ditunggu, kini menjadi hampa tanpa harapan. Suhu udara seputar Sarirejo juga menjadi terasa dingin sekali, sampai 5 drajat di bawah nol. 

Tapi Lastiono menyadari, penyair Chairil Anwar pernah bilang, “Tak perlu sedu sedan itu!” Artinya, dirinya harus bangkit dan berusaha keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya sampai 4-5 persen. Bila tercapai, “Sebelum ayam berkokok di 1 Januari 2024 paling telat, Tartik harus kembali ke pangkuanku.” Begitu tekad Lastiono sambil mengacungkan tinjunya.

Karenanya, dia harus cari pekerjaan lagi. Tapi baru ingat bahwa ijazah dan dokumen lainnya masih berada di rumah mertua. Buru-buru dia ke sana, eh….ternyata sedang suwung (kosong). Menunggu pada pulang, kok terlalu lama. Maka dia masuk saja lewat pintu belakang, yang memang tak dikunci. Buka almari masih menemukan apa yang dicari. Tapi begitu melihat 7 celdam istrinya, langsung diembatnya juga. “Rasain lu, tanpa celdam kamu bakal masuk anginan!” kata Lastiono.

Benar saja, ketika keluarga Tartik pulang, dia kaget lemari sudah terbongkar, 7 celdam miliknya juga raib. Diapun bertanya pada tetangga, siapa gerangan yang nayab (mencuri di siang hari). Kata tetangga, tadi tampak Lastiono main ke sini. Yakin bahwa dia pencurinya, langsung saja dilaporkan ke Polsek Sarirejo.

Polisi pun heran, hanya kehilangan sejumlah celdam saja kok lapor polisi, padahal Polri masih sibuk urusan Ferdy Sambo yang tak kunjung selesai. Tapi karena pengaduan warga harus dilayani, Lastiono pun di BAP juga meski tanpa ditahan. Ketika lanjut ke Kejaksaan Lamongan, ternyata disarankan damai saja, lha wong perkaranya sepele sekali. Keduanya ternyata mau, sehingga perkara Lastiono di SP-3 alias tak dilanjutkan. “Tapi sampeyan harus ikhlas dan menerima status barunya sebagai duda” kata pihak Kejaksaan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar