Sepanjang 2022, 50 Kekerasan Anak Terjadi di Bogor, Paling Disorot Kasus Pemeriksaan Siswi Tak Ikut Sholat Dhuha karena Haid

Minggu, 25 September 2022 19:38 WIB

Share
Ilustrasi pencabulan.(ist)
Ilustrasi pencabulan.(ist)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - 50 kasus kekerasan pada anak terjadi di Kabupaten Bogor sepanjang tahun 2022.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor, Asep Saepudin mengatakan, sedikitnya ada 50an kasus kekerasan terhadap anak, baik dari fisik, pencabulan atau pelecehan seksual, perebutan hak asuh dan juga bullying.

"Kasusnya ada yang di sekolah, pengajian, ponpes, lingkungan keluarga dan juga masyarakat," ungkapnya melalui pesan singkat, Minggu (25/9/2022).

Bahkan, dari 50 kasus tersebut, tidak sedikit yang terjadi di dunia pendidikan, baik itu formal ataupun non formal. 

"Adapun di lingkungan sekolah berupa kekerasan fisik antarsiswa dalam bentuk perkelahian, tawuran pelajar, dan bullying," ujarnya.

Sementara yang terbaru, ungkap Asep, kejadian tersebut cukup menghebohkan di salah satu sekolah negeri.

"Kasusnya adalah pemeriksaan siswi yang tidak ikut sholat duha karena haid. Akibat ketidak-percayaan pihak sekolah kepada peserta didiknya, sehingga dilakukan pembuktian dengan memeriksa celana dalamnya," katanya.

Pemeriksaan tersebut dinilai konyol dan memalukan, karena hal tersebut tidaklah dibenarkan.

"Ini kan sangat konyol dan memalukan, apa pun alasannya, sangat tidak dibenarkan, karena menyangkut privasi dan hak asasi yang harus dihormati. Semoga semua pihak bisa mengambil pelajaran dari kasus tersebut, sehingga tidak terjadi lagi di sekolah mana pun juga," jelasnya.

Atas hal-hal yang terjadi di sekolah formal tersebut, membuat KPAD amat prihatin terhadap kenyamanan murid dalam mencari ilmu. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar