ADVERTISEMENT

Nahas! Kunjungi Indekos Sepupu di Cengkareng, Pria Ini Hampir Kehilangan Mata Kiri Gegara Wajahnya Dicelurit oleh Satu Warga

Minggu, 25 September 2022 09:47 WIB

Share
Lokasi pembacokan yang dilakukan oleh warga tanpa alasan yang jelas hingga melukai penghuni kos. (Pandi)
Lokasi pembacokan yang dilakukan oleh warga tanpa alasan yang jelas hingga melukai penghuni kos. (Pandi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID -  Seorang remaja bernama Riski Setiawan (24) diserang warga dengan  celurit saat hendak keluar dari indekos sepupunya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Sabetan celurit tersebut mendarat bagian wajah korban hingga robek dan nyaris mengenai mata kirinya. Korban bahkan mendapatkan 5 jahitan.

Peristiwa penyerangan itu terjadi pada Minggu, 18 September 2022 lalu sekira pukul 23.30 WIB di Jalan Fajar Baru Selatan RT001 RW012, Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat.

Sepupu korban, Adi Restu Irawan mengatakan, saat kejadian korban hendak bermain di indekos sepepunya yang baru saja pindah itu.

Nahas, saat hendak keluar untuk pulang, Adi dan korban diserang  satu orang yang merupakan warga sekitar.

"Saat si korban ini buka pintu gerbang, tiba-tiba si pelaku lari sambil bawa celurit. Langsung nebas tanpa basa basi. Enggak ada angin enggak ada apa," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (25/9/2022).

Adi menjelaskan, korban sempat menyabetkan ke arah dirinya dan korban. Hanya saja sabetan celurit itu hanya mengenai korban dan mengalami luka bagian wajah.

"Yang diserang 2 orang saudara saya sama saya. Alhamdulilah saya masih bisa menghindar jadi kena pegangan anak tangga. Dia (pelaku) gak ngomong apa-apa langsung nyabet," jelas Adi.

Menurut Adi, pelaku masih merupakan warga sekitar berinisial L berusia sekitar 29 tahunan.

Pelaku nekat melakukan aksi pembacokan diduga karena merasa kesal telah diejek oleh penghuni kosan di sana.

"Sebelumnya sudah ada ancaman kaya gitu. Ke semua anak kosan bahkan. Jadi tuh dia tuh motifnya ngerasa dicengin diledekin sama kita-kita orang yang ngekos di sini," kata Adi.

"Tapi kalo saat anak-anak kosan semua dia suruh nunjuk yang mana ngecengin dia ga tau yang mana. Kita aja bingung, bahkan enggak kenal bahkan. Dia merasa dicengin," tambahnya.

Adi tidak mengetahui pasti apakah pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau tidak.

Yang pasti, usai kejadian tersebut, dirinya langsung membawa korban ke RSUD Cengkareng guna mendapat perawatan.

"Setelah korban keluar dari RS kita langsung izin ke pak RT ke rumah pelaku buat minta pertanggungjawaban. Ternyata emang enggak ada, kita udah ngecek ke dalem rumahnya. Ibu pelaku mempersilahkan buat ngecek," ucap Adi.

Adi menduga bahwa pelaku sengaja diumpetin oleh pihak keluarga.

Pelaku yang diketahui merupakan anak bungsu dan belum menikah itu telah tidak ada di rumah pasca kejadian pembacokan itu.

"Ada hal yang aneh sih. Seakan-akan menutupi si anak ini. Pura-pura enggak tau. Malah mempertanyakan. Tapi ibu itu juga sebenarnya angkat tangan udah capek ngeladenin dia," papar Adi.

Adi telah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Dia berharap agar pelaku segera tertangkap karena telah meresahkan.

"Semoga pelaku cepat ketangkep lah. Soalnya kan ngebahayain juga. Orang yang gatau apa-apa baru pertama kali main ke sini tiba-tiba mendapat penyerangan seperti ini," pungkasnya. (Pandi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT