ADVERTISEMENT

Kencani Berondong 9 Menit Hukumannya Sampai 9 Bulan

Rabu, 24 Agustus 2022 06:54 WIB

Share

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

APES betul nasib Ny. Yuniati (32) dari Lampung ini. Dia kencan sama berondong Jumakir (25), hanya 9 menit, tapi ketika diproses kepolisian ternyata ancaman hukumannya 9 bulan penjara. Sungguh menyesal, kenapa begitu suami ngantor langsung kencan dengan si berondong. Eh, nggak tahunya suami balik lagi. Ambyar deh!

Berondong itu makanan anak kecil, rasanya manis dan gurih. Tapi ketika pakai tanda petik, berondong justru jadi kegemaran kaum ibu kesepian. Tapi bukan saja kesepian, bisa juga jadi ajang istri balas dendam akan kelakuan suami. Heboh di tubuh Polri sekarang ini, konon isyunya juga melebar ke situ-situ. Tapi bagaimana sebenarnya, silakan tanya Mbah Google sajalah, sebab rubrik ini kan harus menjaga juga perasaan kedua belah pihak.

Akan halnya kasus yang sedang membelit Ny. Yuniati dari Way Jepara Lampung Timur ini, murni balada wanita kesepian. Bagaimana tidak kesepian? Murdian, 33, suaminya ini pekerja sibuk, sering melupakan kewajiban suami pada istrinya. Hari Minggu misalnya, Murdian malah kebanyakan tidur. Padahal sebagai guru, mestinya istrilah yang tiap hari Minggu turu (tidur), lha kok malah Murdian sendiri.

Giliran istri main colek-colek kayak kondektur bis, Murdian memberi pelayanan pada istri gelem ora-ora (asal-asalan) alias nanggung banget, seperti namanya yang nggantung. Nama kan bisa Murdianto, atau Murdiadi, ini kok hanya Murdian, macam kalimat belum selesai. Ibaratnya murid garap soal ujian. Belum semua pertanyaan bisa dijawab, sudah terdengar bel tanda waktu habis. Kan ngeselin........

Yuniati sudah protes, tapi tak pernah digubris suami. Akhirnya Bu Guru menempuh jalan pintas, cari kepuasan di luar rumah alias makan “godong lingga”. Kebetulan dia punya kenalan anak muda tampan dan tampilannya macho, meski nama kurang mendukung: Jumakir! Tapi apalah artinya sebuah nama, yang penting kan kinerja dan siap kerja, kerja, kerja!

Jumakir ini sebenarnya masih lholak-lholok soal urusan orang dewasa. Tapi karena dipancing oleh Yuniati, lama-lama tergoda juga. Apa lagi penampilan Bu Guru ini juga tidak jelek, bahkan cenderung sekel nan cemekel. Maka ketika diperkenalkan dengan barang baru nan seru, Jumakir langsung main ho-oh saja. Di ranjang si berondong ngos-ngosan, mata Yuniati malah pecicilan (tinggal putihnya) saking serunya.

Sejak itu Yuniati sudah tak ada lagi ketergantungan pada suami. Sebab sudah ada Jumakir selaku pejabat PLT. Cuma saking asyiknya asmara di bawah tanah ini, Yuniati jadi kurang waspada. Baru saja suami berangkat kerja, dia sudah WA-nan sama Jumakir untuk “senam pagi”. Tentu saja siberondong langsung semrinthil, dia pacu sepeda motornya menuju rumah Bu Guru.

Tapi sial dangkalan, baru 9 menit berlabuh di samodra asmara, eh suami kembali lagi dengan alasan jaket ketinggalan. Bingunglah Yuniati untuk mengamankan berondongnya. Buru-buru dia keluar kamar, sementara Jumakir dikunci di kamar mandi. Maksudnya, jangan sampai suami buka-buka kamar mandi tersebut.

Tapi Murdian kan bukan anak balita. Penampilan istri yang mencurigakan, sementara di luar ada sepeda motor asing, dia menjadi curiga bahwa ada apa-apa di rumah ini. Lebih-lebih ketika melihat kamar mandi dikunci, makin curiga saja dia. Maka ditendanglah pintu itu hingga jebol dan kelihatannya anak muda di kamar mandi itu dengan hanya pakai kancut saja.

Untung Murdian masih berpikiran jernih, tak sampai kalap macam Irjen Sambo. Tanpa banyak tanya ini itu langsung saja dia ke Polsek Way Jepara, mengadukan istri dan berondongnya dengan pasal perzinaan. Padahal di rumah, Juniati benar-benar tegang dan panik. Benar-benar Jumakir ngombe dawet, nek dipikir marahi mumet. “Yang terjadi, ya terjadilah....” kata Yuniati kemudian pasrah.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT