Duh! Tanggapi Seruan Jokowi Tak Ada Lagi Politik Identitas, Novel Bamukmin PA 212 Malah Ingatkan Ahok Pernah Jadi Nara Pidana Penistaan Agama

Rabu, 17 Agustus 2022 20:34 WIB

Share
Kolase foto Presiden Jokowi, Ahok dan Novel Bamukmin PA 212. (ist/diolah dari google.com)
Kolase foto Presiden Jokowi, Ahok dan Novel Bamukmin PA 212. (ist/diolah dari google.com)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Presiden Joko Widodo meminta tidak ada lagi yang menggunakan politik identitas dan polarisasi agama.

Pernyataan tersebut menurut pentolan Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin lebih cocok ditujukan untuk mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Mengutip berita jakarta.poskota.co.id,  Novel pun menyebut hanya rezim "Sambo" yang selama ini atas nama konstitusi melarang politik identitas dan politik agama.

"Karena institusi Polri kalau tidak salah pernah mengeluarkan yang diduga ancaman melarang bahkan akan menindak bagi yang menjalankan politik identitas atau politik agama," ujarnya.

Novel pun lantas menyinggung nama Ahok yang pernah menjadi narapidana kasus penistaan agama.

Menurut Novel, Ahok jadi bukti yang menjadi bagian dari rezim demi kepentingan politiknya justru menyerang Islam.

"Maka timbulah dua kubu antara membela agama dan kelompok penista agama, sampai-sampai Tito Karnavian (saat itu jadi Kapolri) membuat Satgasus Merah Putih yang institusi Polri harus berpolitik secara kotor demi kepentingan oligarki," ucap Novel.

Selain itu, Novel juga menyinggung soal Satgas Merah Putih yang saat ini sudah dibubarkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menjadi tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Dan Satgasus Merah Putih ternyata mengkriminalisasi dengan bringas kepada para ulama dan Habaib, sampai-sampai pengawal HRS (Habib Rizieq Shihab) 6 laskar dibantai dengan biadab yang membela ulama dan agama karena dianggap bersebrangan dengan oligarki," tutup Novel.

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar