Duh! Harga Pangan Terus Melonjak Naik Jelang Idul Adha, Mendag Harus Segera Mencari Formula

Selasa, 5 Juli 2022 11:57 WIB

Share
Abdul Muhaimin Iskandar. (ist)
Abdul Muhaimin Iskandar. (ist)

JAKARTA, POSKOTA. CO.ID - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas)  harus segera mencari solusi cepat untuk mengatasi kenaikan harga-harga bahan pokok. 

Wakil Ketua DPR  bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar juga  mendesak untuk segera mencari solusi  menstabilkan harga pangan yang saat ini sedang melonjak naik jelang Idul Adha.

“Pak Menteri Perdagangan harus cepat mencari solusi, bagaimana tuntutan masyarakat yang meminta harga-harga barang dapat segera stabil itu juga realistis dan perlu segera diatasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan peternak dan pembeli hewan kurban untuk betul-betul mewaspadai merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK), terlebih penyakit ini ada yang tidak bergejala.

"Penyakit mulut dan kuku ini harus diantisipasi betul. Apalagi ada yang tanpa gejala ya. Jadi jangan sampai niat ibadah kurban kita malah nanti membawa mudarat pada orang lain," tegas Gus Muhaimin.

Keponakan Gus Dur ini pun mewanti-wanti pemerintah untuk mempercepat dan memperluas jangkauan vaksinasi PMK, terutama di daerah-daerah yang terdeteksi penyakit tersebut.

“Betul, vaksinasi PMK harus dipercepat dan diperluas untuk menekan penularan PMK. Ini juga akan menambah ketenangan di tengah masyarakat yang ingin berkurban dan akan mengonsumsi hewan kurban,” tukasnya. 

Untuk diketahui, dalam laman resmi siagapmk.id, tercatat dari 316.045 ekor ternak yang terjangkit PMK tersebar di 21 provinsi seluruh Indonesia, 106.438 ekor diantaranya telah sembuh. Sementara 2.803 ekor terpaksa dilakukan pemotongan bersyarat, 2.002 ekor mati, sehingga masih terdapat 204.802 hewan yang belum sembuh.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menjamin pasokan hewan kurban untuk Iduladha 1443 H/2022 M telah tercukupi dengan perkiraan kebutuhan sebanyak 1.808.522 ekor.

Kementan mencatat potensi ketersediaan hewan kurban 2022 sebanyak 2.278.158 ekor yang artinya masih terjadi surplus sebanyak 469.636 ekor. Meski melebihi kebutuhan, tidak semua hewan tersebut dapat dikirim ke seluruh daerah yang membutuhkan akibat pembatasan lalu lintas ternak. (rizal)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar