Tangkal Kejahatan, Anak Perlu Dilindungi

Selasa, 28 Juni 2022 06:00 WIB

Share
Tangkal Kejahatan, Anak Perlu Dilindungi
Ilustrasi penculikan anak. (foto: ist)

Oleh: Yulian Saputra, Wartawan Poskota

TREN kejahatan yang menyasar anak-anak mulai pelecehan hingga penculikan marak terjadi belakangan ini. Kasus terbaru terjadi di sebuah mal di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (26/6). Seorang ibu dan enterpreneur berinisial MD melaporkan bahwa anaknya dilecehkan oleh seorang pria saat mereka sedang berada di mal dekat Stasiun Jurang Mangu.

Tak sendiri, orang tua lainnya yang berada di mal itu pun melaporkan bahwa anaknya juga menjadi korban. Malahan anaknya yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual ini baru berusia 15 bulan.

Kasus yang viral di media sosial ini sempat dibawa ke kepolisian. Namun, berujung damai antara keluarga korban dan pelaku. Langkah tersebut diambil lantaran berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku mengalami gangguan mental.

Kasus lain yang lebih mengerikan, yakni penculikan seorang anak berusia 4 tahun terjadi di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (23/6) siang. Penculikan itu diduga dilakukan rekan bisnis dari ibu si bocah.

Ibu korban sendiri baru kenal pelaku setahunan lewat medsos dan janji bertemu untuk bisnis jual beli HP. Namun saat sang ibu menitipkan barang dan anaknya karena hendak salat, balita tersebut malah dibawa kabur. Untung saja sang ibu sigap melapor sehingga si kecil berhasil ditemukan beberapa jam setelahnya.

Belajar dari kasus pelecehan anak di mal Bintaro dan penculikan bocah di Stasiun Manggarai baru-baru ini, orang tua harus lebih hati-hati. Apalagi bila sampai menitipkan si kecil pada orang lain.

Selain perlu pengawasan, peran orang tua untuk mendidik dan melindungi anak agar terhindar dari pelecehan seksual sangatlah penting. Minimal, untuk membuat anak sadar akan tubuh mereka yang perlu dilindungi.

Orang tua juga wajib memberikan pembekalan kepada anaknya mengenai keselamatan dirinya sendiri, termasuk kemampuan melindungi diri saat diperlukan.

Misalnya saat kondisi kritis apa yang harus dilakukan, menghubungi siapa, bercerita kepada siapa. Ini sangat perlu disampaikan kepada anak pada keseharian hidupnya. Selain itu, seluruh lapisan masyarakat juga mesti aktif meningkatkan kepeduliannya. Sehingga dapat menekan jumlah kasus serta meminimalisir perilaku kejahatan terhadap anak. (*)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar