Media Arab: Jemaah Haji dari Serambi Mekah Indonesia Terharu Lihat Kakbah, Rasanya Tidak akan Pernah ingin Meninggalkannya

Selasa, 28 Juni 2022 03:37 WIB

Share
Media Arab: Jemaah Haji dari Serambi Mekah Indonesia Terharu Lihat Kakbah, Rasanya Tidak akan Pernah ingin Meninggalkannya
Jemaah Haji dari Serambi Mekah atau Aceh sedang menjalani rangkaian perjalanan ibadah haji di Mekah. (foto: Arab News)

ARAB SAUDI - Saat mereka berangkat haji, para jemaah haji dari Aceh mempersiapkan pengalaman transformatif dan spiritual, yang bagi banyak dari mereka juga menghidupkan kembali hubungan khusus berabad-abad yang mereka rasakan untuk Arab Saudi.

Provinsi paling barat di Indonesia, Aceh adalah situs kerajaan Muslim paling awal di Asia Tenggara, yang mulai terbentuk pada akhir abad ke-13.

Itu adalah pelabuhan terakhir di Asia Tenggara untuk ziarah ke kota tersuci Islam, dan pada abad ke-17 catatan sejarah penguasa Aceh mulai menyebutnya sebagai “Serambi Makkah,” sebuah istilah yang masih digunakan oleh masyarakat Aceh sampai sekarang.

Sekarang, kesempatan untuk berangkat ke Mekah yang sebenarnya dan menunaikan haji adalah sesuatu yang mereka nantikan selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.

“Di Aceh sekitar 30 hingga 31 tahun,” kata Mizaj Iskandar, yang telah ditugaskan oleh pemerintah daerah untuk menyelenggarakan haji, kepada Arab News.

“Mereka tentu sangat emosional karena sudah lama menunggu,” katanya. “Pada saat mereka menerima panggilan, mereka pasti terharu, senang, dan tidak percaya. Semua emosi ini dapat Anda temukan di hampir semua peserta.”

Salah satu jemaah, Kamariah (58) tahun dari Kabupaten Aceh Besar, tidak dapat menemukan kata-kata untuk menggambarkan perasaannya.

Jemaah Haji dari Serambi Mekah Indonesia itu sangat terharu karena bisa melihat Kakbah di tengah Masjidil Haram, di Mekah.

"Saya tidak tahu bagaimana mengungkapkan betapa senangnya saya melihat Ka'bah," katanya. “Rasanya tidak akan pernah ingin meninggalkannya.”

Seperti jemaah haji lainnya, Kamariah telah mempersiapkan perjalanan, terutama secara spiritual.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar