Lu Tau Bang Pitung Kan?

Sabtu, 25 Juni 2022 07:30 WIB

Share
Lu Tau Bang Pitung Kan?
Kartun Sental-Sentil: Lu Tau Bang Pitung Kan? (kartunis: poskota/arif)

"GUE Betawi. Lu jual, gue beli," kata Kong Alim.

"Bangge banget Kong, jadi orang Betawi," timpal Mpok Fatime.

"Iye, dong. Kite musti bangge same budaye kite. Kalo bukan kite, siape lagi," jawab Kong Alim.

Jakarta telah berusia tua. Di ulang tahun yang ke 495, Gubernur DKI Anies Baswedan kasih kado spesial. Anies mengganti 22 nama jalan, 5 nama kampung dan 5 nama gedung di Jakarta, menjadi nama tokoh Betawi. Tokoh daerah ataupun pahlawan yang telah berjasa. Baik sebagai veteran perang, budayawan, ilmuan, seniman, maupun bidang lainnya.

Kita perlu mengapresiasi pergantian nama-nama jalan ini. Hal ini sangat berguna dan menjadi edukasi, agar anak-anak muda Jakarta memahami persoalan sejarah. Pergantian nama ini menunjukkan bahwa budaya Betawi yang selama ini terkesan teralienasi dan menjadi tamu di tanah kelahirannya, secara otomatis terobati dan terangkat kembali.

Mengganti nama jalan memang bukan perkara remeh-temeh. Karena banyak hal administrasi yang secara otomatis juga akan berubah. Namun, itu hal yang sangat mudah ditangani oleh pemerintah. Karena bukan sekali ini saja pemerintah, baik pusat maupun daerah, mengganti nama jalan. Bahkan, bukan hanya nama jalan. Presiden Gus Dur mengganti nama provinsi dan kota. Provinsi Irian Jaya diganti menjadi Provinsi Papua. Kemudian Kota Ujung Pandang diganti menjadi Kota Makassar.

Karena itu, yang lebih penting dari pergantian nama jalan, bukan soal administrasi. Tapi bagaimana kita mengedukasi generasi muda agar selalu mengenal akan jasa-jasa pahlawan.

Masih banyak nama jalan di Ibu Kota yang perlu diganti, karena tidak ada nilai edukatifnya sama sekali. Seperti Jalan Kober, Jalan Buntu, Jalan Karet, Jalan Tato, Jalan Kemenyan, Jalan Koli, Jalan Makian, Jalan Hidup Baru, Jalan Pecah Kulit, Jalan Kuli Pasir, Jalan Bodong, Jalan Gondrong, Jalan Ogut, Gang Dogol, Gang Kelinci, Gang Banci dan lain-lain.

Sudah sewajarnya bila nama-nama jalan di atas diganti saja dengan nama-nama tokoh lokal yang telah berjasa terjadap lingkungan sosialnya, meskipun hanya tokoh setingkat Kelurahan.

Apalah arti sebuah nama? Ungkapan terkenal dari Shakespeare dalam romannya tentang percintaan Romeo dan Juliet. Tapi bagi saya, nama akan membawa kesan seseorang pada karya yang terimajinasi pada nama yang diingat.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar