Dulu Bonyok Dipukulin Massa, Kini Ade Armando Kritik Megawati dan Puan: Tidak Pantas Presiden Dikasih Kursi Kayu!

Kamis, 23 Juni 2022 13:26 WIB

Share
Dulu Bonyok Dipukulin Massa, Kini Ade Armando Kritik Megawati dan Puan: Tidak Pantas Presiden Dikasih Kursi Kayu!
Kolase foto Ade Armando dan Presiden Jokowi saat bertemu dengan Megawati. (Foto: Diolah dari Google).

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pegiat media sosial, Ade Armando, gregetan dengan dua petinggi PDIP, Megawati Soekarnoputri dan anaknya Puan Maharani yang terkesan meremehkan Presiden Jokowi saat melakukan pertemuan sesaat sebelum Rakernas PDIP, beberapa waktu lalu.

Ade Armando yang dulunya pernah bonyok dipukuli massa ini kesal melihat Jokowi yang merupakan Presiden diperlakukan secara kurang hormat dalam pertemuan tersebut. Misalnya, posisi duduk Jokowi yang berhadapan dengan Megawati layaknya calon karyawan yang sedang wawancara kerja. Jokowi juga diberikan kursi kayu yang biasanya tak pantas bagi seorang kepala negara.

Tak hanya itu, saat Jokowi dan Megawati tengah fokus berbicara, Puan Maharani justru bertingkah aneh. Ia sibuk merekam pertemuan tersebut seraya menyapa followernya di Instagram.

Kritik itu disampaikan Ade Armando lewat Instagramnya @adearmando1961 seraya mengunggah sebuah berita yang berjudul, “Puan Ngevlog saat Presiden Jokowi Bicara dengan Megawati, Pengamat: Secara Etika Politik Tak Bagus Dilihat Publik.”

“PDIP harus mengingatkan Bu Mega dan Puan. Tidak pantaslah Presiden diberi kursi semacam itu di depan Bu Mega,” ujar Ade Armando, dikutip Kamis (23/6/2022).

Menurut Ade Armando, posisi duduk Jokowi bak sedang 'menghadap' Megawati. Oleh karena itu, ia meminta keluarga Soekarno itu untuk menghormatinya sebagai presiden.

Ia mengatakan, “Posisinya juga seperti sedang menghadap.”

“Jokowi itu Presiden. Mbok ya dihormati sebagai Presiden,” tegas Ade malanjutkan.

Tak hanya itu, Ade juga mempertanyakan aksi Puan yang berfoto-foto atau merekam video sambil membelakangi presiden.

Padahal, pada momen itu Jokowi sedang berbicara serius dengan ibunya, Megawati.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar