Waspada! 19 Ekor Hewan Ternak Terjangkit Wabah PMK, DKPPP Kota Bekasi Belum Lakukan Lockdown, Ini Lho Alasannya

Senin, 30 Mei 2022 20:26 WIB

Share
19 Ekor Hewan Ternak Terjangkit Wabah PMK, Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi Belum Lakukan Lockdown, Ini Alasannya. (ihsan fahmi)
19 Ekor Hewan Ternak Terjangkit Wabah PMK, Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi Belum Lakukan Lockdown, Ini Alasannya. (ihsan fahmi)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak hingga kini Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Kota Bekasi belum akan melakukan lockdown wilayah terhadap penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Bekasi, Wadi Rimal.

Sebelumnya dalam perinciannya, di kelurahan Aren Jaya Bekasi Timur terdapat 8 ekor Terjangkit PMK, 11 ekor lagi di wilayah Jatiluhur, dan ditotal menjadi 19 ekor.

Namun, dua ekor dari delapan telah dipotong oleh peternak langsung karena kondisi yang mulai tidak baik kondisi hewan ternak.

"Tidak, belum (belum dilaksanakan lockdown)," tegas Wadi Rimal saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (30/5/2022).

Wadi sapaannya mengungkapkan alasannya, hal ini dikarenakan para hewan yang sebelumnya terjangkit PMK telah memasuki fase kesembuhan.

Hal ini juga ia melakukan pemantauan dalam dua minggu, namun ia melihat hewan ternak yang sempat terjangkit mengalami fase kesembuhan.

Para peternak tersebut pun telah dilakukan perawatan baik, pemberian perbaikan, yaitu perobatan, pemberian vitamin dan membersihkan ternak.

Lebih lanjut ia menjelaskan, melakukan pemantauan pada hewan ternak yang terjangkit wabah PMK agar tetap berada di wilayahnya.

"Artinya tidak perlu, karena kalau dia parah banget lalu ke peternak lain di kelurahan tersebut, lain kita melakukan pengetatan lalu linntasnya, jangan sampai peternak lewat dari wilayah itu, karena kini sudah ada perbaikan (dari hewan ternak)," ucapnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar