Pasar Hewan Jonggol Lockdown 14 Hari ke Depan Gegara Ada 14 Hewan Terpapar PMK

Jumat, 27 Mei 2022 14:58 WIB

Share
Kandang sapi di Kecamatan Citeureup Bogor. (Foto: Panca)
Kandang sapi di Kecamatan Citeureup Bogor. (Foto: Panca)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menutup sementara Pasar Hewan Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, selama 14 hari ke depan karena ditemukan sapi yang terkonfirmasi positif PMK (Penyakit Mulut dan Kaki).

"Agar virus tersebut tidak menyebar kemana-mana, saya instruksikan langsung melakukan isolasi terhadap hewan ternak yang terpapar PMK. Kemudian untuk sementara waktu Pasar Hewan Jonggol ditutup selama 14 hari ke depan," kata Iwan melalui rilis resmi Diskominfo Kabupaten Bogor , Jum'at (27/5/2022).

Dengan ditutup selama 14 hari ke depan, Iwan berharap, Pasar Hewan Jonggol bisa bersih kembali dari virus PMK ini.

Menurutnya, langkah penutupan ini juga dilakukan semata-mata agar masyarakat tenang dan geliat ekonomi bisa berjalan kembali sesegera mungkin.

"Saya mohon masyarakat, khususnya peternak dan penjual hewan ternak untuk dapat mematuhi arahan petugas Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor di lapangan dalam penanganan kasus PMK, agar wabah PMK ini tidak menyebar kemana-mana. Kita butuh kerja sama agar virus ini bisa cepat teratasi, agar kita bisa menyambut Idul Adha dengan tenang," ungkap Iwan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Otje Subagdja mengatakan, pihaknya sejak jauh hari telah melakukan antisipasi wabah PMK dan saat virus ini masuk ke Kabupaten Bogor, langkah-langkah penanganan pun langsung dilakukan. 

"Kita berusaha antisipasi dari jauh hari dengan membentuk tim, membuat edaran kewaspadaan dini dan sosialisasi hingga menyiagakan petugas untuk membantu masyarakat jika ingin memeriksakan hewan ternaknya," kata Otje. 

Otje menyebutkan, setidaknya, ada 14 hewan sapi yang terkonfirmasi positif PMK. Atas hal itu, atas arahan dari Plt Bupati Bogor, Kadiskanak ini bergerak cepat untuk menutup sementara pasar hewan tersebut.

"Lockdown 14 hari itu sesuai masa inkubasi virus. Jadi ini menyeimbangkan, ekonomi harus jalan tetapi penyakit juga harus terkendali karena sangat cepat menular. Mudah-mudahan ini bisa cepat selesai," kata Otje.

Untuk diketahui, Pemkab Bogor melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait PMK dan cara penanganannya. Kemudian juga membuka 7 posko untuk memantau perkembangan kasus PMK. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar