PRANCIS, POSKOTA.CO.ID - Ekspansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) merupakan akar pemicu perang di Ukraina.
Penilaian ini datang dari pengamat internasional Prancis Pierre Conesa.
Mantan Pejabat Senior Kementerian Pertahanan Prancis ini dalam wawancara dengan Xinhua mengatakan upaya NATO untuk memperluas keanggotaannya hingga mencakup Ukraina dianggap Rusia sebagai ancaman keamanan. Hal ini yang menjadi akar pemicu perang di Ukraina.
Pierre Conesa memandang reaksi Moskow terhadap ekspansi NATO sebagai langkah ofensif yang mengancam keamanan Rusia.
"Tentu saja salah satu prinsip utama NATO adalah memastikan keamanan nuklir para anggotanya yang berarti pihaknya dapat memasang rudal nuklir di sepanjang perbatasan Rusia yang sebelumnya tidak seperti itu," ujarnya seperti dikutip dari Xinhua pada Selasa (17/5/2022).
"Jadi sensitivitas Rusia dirasakan secara jauh lebih kuat oleh negara-negara Eropa dibandingkan AS dan saat ini kita melihat bahwa pemerintah AS menyukai perang," tambahnya.
Itulah sebabnya AS lebih ofensif dalam krisis Ukraina dibandingkan negara-negara Eropa.
"Amerika ingin kita segera mengintegrasikan Ukraina secara penuh ke dalam NATO dan Prancis dan Jerman menjadi pihak yang mencegah gagasan itu,” jelas Pierre Conesa.
Dia melanjutkan,”Mereka mengatakan tidak, waspadalah, itu sangat sensitif bagi Rusia, dan itu tidak boleh dilakukan dengan begitu cepat.”
“Kini faktanya kita menyaksikan bagaimana prediksi itu menjadi kenyataan," pungkasnya. ***