Isu Senjata Biologis Dibahas DK PBB Atas Permintaan Rusia

Sabtu, 12 Maret 2022 09:00 WIB

Share
Senjata pemusnah massal
Senjata pemusnah massal

AS, POSKOTA.CO.ID - Dugaan pembuatan senjata biologis di Ukraina dibahas dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Jumat (11/3/2022).

Pertemuan itu diminta Rusia yang kredibilitasnya terkait senjata kimia dipertanyakan dalam sesi tentang Suriah.

Dilansir dari AFP, Rusia pada Kamis menuduh AS mendanai penelitian pengembangan senjata biologi di Ukraina. Sementara Ukraina telah menghadapi serangan oleh puluhan ribu tentara Rusia sejak 24 Februari.

Amerika Serikat membantah tuduhan itu dan mengatakan justru itu sinyal bahwa Rusia akan segera menggunakan senjata itu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membantah tuduhan Rusia dalam pidato video pada Kamis. Dia mengatakan bahwa di Ukraina,"Tidak ada yang mengembangkan senjata kimia atau senjata pemusnah massal lainnya.”

Negara-negara Barat telah menuduh bahwa Rusia melakukan tipu muslihat dengan menuduh lawan-lawan mereka dan AS mengembangkan senjata biologi dan kimia. Itu akan menjadi landasan bagi Rusia untuk kemungkinan menggunakan senjata-senjata itu di Ukraina, sesuatu yang dituduh dilakukan Rusia di Suriah.

Pada pertemuan bulanan DK PBB tentang penggunaan senjata kimia di Suriah, satu kasus yang masih belum tuntas dan berlarut karena kurangnya informasi dari Suriah, baik AS maupun Inggris mengangkat isu Ukraina.

"Federasi Rusia telah berulang kali menyebar informasi bohong tentang penggunaan berulang senjata kimia di Suriah," kata Wakil Utusan AS untuk PBB Richard Mills.

“Jaringan kebohongan baru-baru ini yang telah dilemparkan Rusia dalam upaya membenarkan perang yang direncanakan dan tidak dapat dibenarkan yang telah dilakukan terhadap Ukraina, harusnya sudah jelas bahwa Rusia juga tidak dapat dipercaya ketika negara itu berbicara tentang penggunaan senjata kimia di Suriah."

Rekan Richard Mills dari Inggris, James Kariuki, mengecam serangan Rusia terhadap Ukraina. Dia mengatakan,"Paralel dengan tindakan Rusia di Suriah sudah jelas."

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar