ADVERTISEMENT

Rusia Tuduh Resimen Ultranasionalis Ukraina Gunakan Sipil sebagai Perisai Hidup

Selasa, 8 Maret 2022 19:00 WIB

Share
Batalyon Azov
Batalyon Azov

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

RUSIA, POSKOTA.CO.ID -Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Batalyon Azov menggunakan warga sipil sebagai perisai hidup.

Batalyon Azov merupakan resimen pasukan ultranasionalis Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan pada Senin (7/3/2022) bahwa enam koridor kemanusiaan dari kota Kiev, Mariupol, Kharkiv, dan Sumy, ke arah kota lain untuk mengevakuasi warga sipil dari lokasi konflik, terbuka.

Sementara pasukan Rusia telah menembak jatuh 14 unit jet tempur, helikopter, dan sebuah drone milik pasukan Ukraina.

"Kemarin kami menembak jatuh empat jet tempur Ukraina, dan sejak dimulainya operasi militer, 2.396 fasilitas militer Ukraina berhasil kami hancurkan," imbuhnya.

Di antara target-target militer Ukraina yang hancur itu 82 di antaranya adalah markas komando, jalur komunikasi, dan 119 sistem pertahanan udara rudal.

Kementerian Pertahanan Rusia juga mengabarkan bahwa Batalyon Azov pada hari Minggu di kota Mariupol menggunakan sekitar 150 warga sipil sebagai tameng hidup dan menyerang pasukan Republik Rakyat Donetsk.  

Langkah Batalyon Azov itu dilakukan di tengah upaya evakuasi warga sipil melalui koridor-koridor kemanusiaan yang dibuka pasukan Rusia. ***

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT