Menurut Rohman, penyuntikkan silikoan kepasa korban tersebut dikenakan biaya sebesar Rp4 juta. Korban saat itu membayar dengan cash dan sisanya berupa uang tunai.
Setelah selesai, Windi dijemput kembali oleh Arif dan diantarkan ke Kebon Jeruk untuk naik bus ke rumahnya di kawasan Cikupa Tangerang. Windi memberikan Arif bayaran Rp500 ribu atas jasanya mengantarkan ke hotel.
"Arif membawa pulang menyimpan peralatan-peralatan suntik, ampuls cairan pembius dan sisa cairan silikon di dalam dirigen yang kemudian disimpan di rumahnya," paparnya.
Keesokan harinya, Sabtu (19/2/2022), lanjut Rohman, korban ditemukan tewas oleh petugas hotel dengan kondisi kedua payudara bocor dan mengeluarkan cairan dan darah.
Atas kejadian tersebut, polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menangkap pelaku Windi yang merupakan seorang waria di kawasan Cikupa Tangerang pada Senin (21/2/2022).
"Dilakukan pengembangan dan ditangkap kembali saudara Arif di kawasan Kemanggisan," bebernya.
Atas kejadian tersebut, kedua tersangka dikenakan Pasal 197 dan Pasal 198 Jo Pasal 106 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan amcaman hukuman 10 tahun penjara. (Pandi)