Gelombang 3 Covid-19 Belum Selesai, Epidemiolog dari Griffith University Australia Sebut Gelombang 4 Pasca Idul Fitri Hantui Jakarta

Rabu, 9 Februari 2022 13:14 WIB

Share
Dicky Budiman, Epidemiolog dari Griffith University Australia sebut gelombang 4 pasca Idul Fitri hantui Jakarta, meskipun saat ini masih berjibaku dengan gelombang 3 Covid-19. (Foto/dokposkota)
Dicky Budiman, Epidemiolog dari Griffith University Australia sebut gelombang 4 pasca Idul Fitri hantui Jakarta, meskipun saat ini masih berjibaku dengan gelombang 3 Covid-19. (Foto/dokposkota)

Belum Selesai Gelombang Ketiga Covid-19, Jakarta Sudah Dihantui Gelombang Keempat Pasca Idul Fitri

Epidemiolog dari Griffith University Australia Sebut Gelombang Keempat Pasca Idul Fitri Hantui Jakarta, Cek Faktanya


JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pandemi Covid-19 di Indonesia seperti tidak ada habisnya.

Epidemiolog dari Griffith University Australia sebut gelombang 4 pasca Idul Fitri hantui Jakarta, meskipun saat ini masih berjibaku dengan gelombang 3 Covid-19.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, memprediksi potensi adanya gelombang ke-4 Covid-19 pasca hari Raya Idul Fitri tahun 2022 relatif kecil.

Pasalnya, saat ini lonjakan kasus varian Omicron sudah berada di akhir puncak yaitu di akhir bulan Februari.

"Kalau lebaran tahun ini kemudian kecenderungannya relatif lebih mengecil adanya potensi buruk. Karena apa? karena ini sekarang sudah mau puncak nih misalnya akhir Februari. Yaitu kabar baik tapi jangan juga ya ini disengajakan terinfeksi ya nggak, harus tetep vaksinasi," terang Dicky saat dihubungi, Rabu (9/2/2022).

Dicky justru memprediksi, gelombang keempat Covid-19 bakal terjadi pada bulan Agustus-September 2022.

"Jadi saya melihat kalaupun ada potensi gelombang sekitar Agustus atau September, kalaupun ada potensi gelombang berikut, gelombang itu udah jauh lebih kecil, makanya kejar vaksinasinya," ungkap Dicky.

Menurutnya, setiap lonjakan kasus atau gelombang Covid-19 biasanya didahului munculnya varian baru.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar