Aksi Protes Menentang Mandat Vaksin Terus Berlanjut di Kanada

Rabu, 9 Februari 2022 23:55 WIB

Share
Jalur lintas perbatasan Jembatan Duta Besar Kanada di Windsor Ontario yang diblokir pada 8 Februari 2022.
Jalur lintas perbatasan Jembatan Duta Besar Kanada di Windsor Ontario yang diblokir pada 8 Februari 2022.

KANADA, POSKOTA.CO.ID - Tuntutan perubahan pada mandat vaksin dan pembatasan lainnya terkait COVID-19 terus dilakukan para pengunjuk rasa di Kanada.

Mereka memblokir sebagian penyeberangan perbatasan tersibuk antara negara itu dan Amerika Serikat.

Blokade di Ambassador Bridge atau Jembatan Duta Besar antara Detroit dan Windsor, Ontario, menghalangi lalu lintas memasuki Kanada.

Sementara sebagian lalu lintas menuju AS masih bergerak ungkap Menteri Keamanan Publik Marco Mendicino seperti dikutip dari Associated Press.

Jembatan itu membawa 25 persen dari semua perdagangan antara Kanada dan AS. Anggota parlemen Kanada pada Selasa (8/2/2022) menyatakan semakin khawatir akan dampak ekonomi dari demonstrasi yang mengganggu itu.

Demonstrasi harian yang dilakukan “Konvoi Truk Kebebasan” itu berpusat di Ottawa di mana demonstran menggunakan ratusan truk yang diparkir untuk melumpuhkan sebagian ibu kota selama lebih dari 10 hari. Para demonstran menyatakan tidak akan pergi sampai semua mandat vaksin dan pembatasan COVID-19 dicabut.

Penyelenggara protes telah menyerukan selama berminggu-minggu agar pemerintahan Perdana Menteri Justin Trudeau dibubarkan, meskipun sebagian besar tindakan pembatasan itu diberlakukan oleh pemerintah provinsi.

Penyelenggara protes pada Selasa menarik tuntutan yang melanggar hukum agar gubernur jenderal negara itu, perwakilan Ratu Elizabeth II dari Inggris sebagai kepala negara, memaksa pemerintah federal dan provinsi untuk mencabut semua pembatasan COVID-19 termasuk mandat vaksin.

Mereka kini menyatakan mendukung konstitusi Kanada dan proses demokrasi.

Justin Trudeau ketika berbicara dalam debat darurat Senin malam di Parlemen menyebut para demonstran,“berusaha memblokade ekonomi kita, demokrasi kita.” ***

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar