Rawan Pungli, P2G Minta Dana Hibah Guru Honorer Dikirim ke Rekening Masing-Masing

Senin, 15 November 2021 10:10 WIB

Share
Ilustrasi Guru honorer. (Foto/Ist)
Ilustrasi Guru honorer. (Foto/Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta, pemberian dana hibah bagi guru honorer swasta diberikan langsung ke rekeningnya masing-masing.

Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim, meminta dana hibah bagi guru honorer dari Pemprov DKI tersebut tak perlu disalurkan melalui PGRI.

Pasalnya, tak semua guru swasta di DKI Jakarta tergabung dalam PGRI.

"P2G meminta skema penyaluran hibah untuk guru swasta ini langsung ditransfer ke rekening guru, tak perlu via PGRI, sebab tak semua guru swasta DKI Jakarta anggota PGRI, banyak organisasi guru lainnya, IGI, PERGUNU, P2G, FSGI, dan lain-lain," ungkapnya saat dihubungi, Minggu (14/11/2021).

Hal tersebut juga dilakukan, untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan dana hibah seperti pungutan liar (Pungli) yang mengatasnamakan organisasi.

"Jangan sampai pemberian Hibah untuk guru swasta dari Pemprov DKI Jakarta ini, disalahgunakan dengan adanya pungutan liar atas nama organisasi dari oknum-oknum organisasi guru kepada guru swasta penerima hibah," pungkasnya.

Adapun sebelumnya, Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Pendidikan (Disdik) sepakat untuk menambah dana hibah untuk tenaga pengajar honorer sebesar 10 persen atau Rp48,9 miliar dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun anggaran 2022.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana menerangkan jika dana hibah dinaikan 10 persen, maka tenaga pengajar akan mendapat kenaikan Rp50 ribu atau sebesar Rp550 ribu setiap bulannya.

“Jadi awalnya anggaran dana hibah Rp489,9 miliar, dinaikan 10 persen yaitu Rp48,9 miliar, sehingga anggarannya menjadi Rp538,9 miliar untuk 81.658 guru," dalam keterangannya dikutip Minggu (14/11/2021). (yono)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar