Mulai Terkuak! Pembuntutan 6 Laskar FPI Diduga Arahan Dirkrimum Polda Metro Jaya, Fadli Zon: Ini Kejahatan Serius

Kamis 28 Okt 2021, 16:13 WIB
Fadli Zon Sebut Bahaya Jika TNI Disusupi PKI (Foto: Tangkapan layar kanal YouTube.com/Fadli Zon Official)

Fadli Zon Sebut Bahaya Jika TNI Disusupi PKI (Foto: Tangkapan layar kanal YouTube.com/Fadli Zon Official)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPR RI, Fadli Zon berikan tanggapan terkait kasus tewasnya enam anggota Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Hal itu diungkapkan oleh Fadli Zon melalui akun Twitter pribadinya @fadlizon, pada Kamis (28/10/2021).

Dalam cuitannya, Fadli Zon meminta kasus tewasnya anggota Laskar FPI diusut tuntas, hal itu bersamaan dengan beredarnya kabar terbaru yang menyebut saat peristiwa berdarah itu korban awalnya dibuntuti.

Pembuntutan terhadap anggota Laskar FPI itu diduga diarahkan oleh Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya.

"Ini kejahatan serius. Membantai 6 WNI tak berdosa. Kejahatan HAM luar biasa. Sebaiknya dibuka transparan demi nama baik POLRI, siapa yg memerintahkan pembantaian itu," ucapnya," ujarnya, 28 Oktober 2021.

Fadli juga menegaskan jika memang semuanya terungkap, ia berharap pelaku bisa dihukum maksimal.

"Org itu harus dihukum maksimal," sambungnya.

Sebelumnya, salah satu saksi bernama Toni Suhendar beberkan keterangan di sidang lanjutan perkara yang menewaskan 6 anggota laskar FPI.

Toni Suhendar yang didatangkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) merupakan anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Ia mengaku turut diperintahkan membuntuti rombongan Habib Rizieq, lantas yang menugaskannya adalah Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.

27, 2021

Ia juga mengatakan perintah dari Dirkrimum Polda Metro Jaya itu tertuang dalam Surat Perintah Penyelidikan Nomor SP.Lidik/5626/XII/2020/Ditreskrimum tertanggal 05 Desember 2020.

Diketahui, sidang lanjutan kasus Unlawful Killing Laskar FPI dengan terdakwa Briptu Fikri Kurniawan dan Ipda M Yusmin Ohorella digelar di Ruang Sidang Utama PN Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2021).

Persidangan ini berangedakan pemeriksaan ketujuh orang saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) PN Jakarta Selatan.

Tujuh saksi yang dihadirkan oleh pihak JPU, yakni Enggar Jati Nugroho dan Toni Suhendar yang merupakan anggota Polri, Ratih binti Harun, Eis Asmawati binti Solihan, Karman Lesmana bin Odik, Khotib alias Pak Badeng, dan Esa Aditama.

Ketujuh saksi tidak hadir secara langsung di dalam ruang persidangan. Mereka berada di tempat lain dan memberikan kesaksian secara virtual sedangkan untuk majelis hakim, dua JPU, terdakwa dan tim kuasa hukum hadir langsung di ruang sidang utama PN Jaksel.

Mereka pun diambil sumpah setelah memperkenalkan diri. Setelahnya, mereka memberikan kesaksian untuk para terdakwa. (cr09)

Berita Terkait

News Update