Wamenag Yakin Perkembangan Teknologi Tetap Tidak Dapat Menggantikan Peran Guru

Rabu, 6 Oktober 2021 18:11 WIB

Share
Wamenag Yakin Perkembangan Teknologi Tetap Tidak Dapat Menggantikan Peran Guru
Kegiatan virtual Konferensi Internasional ke-7 tentang Pendidikan. (foto: dok. pribadi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi merasa yakin perkembangan teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran pendidik, baik guru maupun dosen.

"Perkembangan teknologi memang telah memberikan banyak kemudahan dalam menjalani kehidupan, tidak terkecuali di dunia pendidikan," tandas Wamenag.

Itu disampaikan Wamenag saat menjadi keynote speaker pada Konferensi Internasional ke-7 tentang Pendidikan dalam Masyarakat Muslim yang digelar secara virtual oleh UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Konferensi ini diikuti Rektor UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta Amany Lubis, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta, narasumber dari Indonesia dan sejumlah negara, serta para peserta.

Dia menyebutkan bahwa manfaat teknologi makin terasa saat dunia tengah didera pandemi Covid-19 seiring berkembangnya kenormalan baru atau new normal.

"Pandemi Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan, melalui bantuan teknologi," terang Zainut Tauhid.

Namun, lanjut Wamenag, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran pendidik, guru maupun dosen, serta interaksi pembelajaran antara pelajar dan pengajar.

"Sebab, edukasi bukan hanya sekadar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, kerja sama, dan kompetensi,” sambungnya.

Wamenag melihat konferensi pendidikan ini sangat penting dan strategis, untuk mendiskusikan sekaligus merumuskan eksistensi pendidikan.

Menurutnya, paradigma berpikir tentang pendidikan dan pembelajaran, kurikulum, nilai dan tradisi yang melekat pada budaya bangsa jangan sampai terabaikan. Produk pendidikan harus mampu untuk menjawab kebutuhan masa depan kemanusiaan.

Halaman
Reporter: Agus Johara
Editor: Yulian Saputra
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar