Tak Terima Disebut Ponpes Fiktif, Puluhan Pimpinan Pesantren Polisikan Direktur ALIPP

Jumat, 11 Juni 2021 08:10 WIB

Share
Pimpinan ponpes dari Kecamatan Pabuaran dan Padarincang, Serang, saat memberikan keterangan pers di Mapolda Banten. (ist)

Yang datang ke Mapolda bersamanya itu semua pimpinan Ponpes, dan ini hanya sebagian saja yang ikut karena di masa pendemi jadi diwakilkan saja.

"Wajar kami merasa tersinggung merasa terhina, merasa dianggap apalah oleh Uday Suhada," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada, menanggapi santai pelaporan dirinya oleh sejumlah orang yang menamakan diri pimpinan ponpes di Kecamatan Pabuaran dan Padarincang, Kabupaten Serang ke Mapolda Banten, dengan tudingan telah menyebar berita bohong alias hoaks terkait pesantren fiktif penerima dana hibah ponpes dari Pemerintah Provinsi Banten tahun anggran 2018 dan 2020.

Menurut Uday, dirinya belum tahu kalau dilaporkan oleh sejumlah kiyai atau pengurus pondok pesantren di dua kecamatan di Kabupaten Serang ke Polda Banten.

"Saya belum dapat kabar bahwa saya dilaporkan ke polisi. Tapi jika itu benar, sebagai warga negara yang tunduk pada aturan hukum yang berlaku, saya akan pertanggungjawabkan semua ucapan dan tindakan saya dalam upaya pemberantasan korupsi di Banten," tegas Uday kepada wartawan, Kamis (10/6/2021) malam.

Ia menjelaskan, yang harus dipahami bersama, bahwa yang dia katakan adanya dugaan 46 ponpes fiktif tersebut adalah berdasarkan dari data penerima hibah. "Saya sebut 46 ponpes fiktif itu dasarnya dari data penerima hibah," cetusnya.

Ia mengakui, para pelapor dirinya ke Polda Banten tersebut adalah mereka yang memang Ponpesnya riil ada.

"Karena selama ini saya tidak pernah mempersoalkan ponpes yang nyata adanya. Namun adalah ponpes fiktif yang menerima dana hibah. Tapi nggak apa-apa saya dilaporkan, karena itu merupakan konsekwensi, dan saya hormati itu," tuturnya. (kontributor banten/rahmat haryono)

Pimpinan ponpes dari kecamatan pabuaran dan padarincang saat memberikan keterangan pers di mapolda banten. (ist)

Halaman
Editor: Winoto
Contributor: (kontributor Banten/rahmat Haryono)
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler