Ada Larangan Mudik Lebaran 2021, Tiga Maskapai Ini Tetap Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Jumat 07 Mei 2021, 05:11 WIB
Bandara Soekarno-Hatta. (foto: poskota/fernando toga)

Bandara Soekarno-Hatta. (foto: poskota/fernando toga)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta M Holik Muwardi mengatakan terdapat tiga maskapai yang tetap beroperasi pada hari pertama larangan mudik di Bandara Soekarno-Hatta. 

Holik mengatakan, ketiga maskapai yang masih diberikan izin untuk beroperasi tersebut yakni Batik Air, Airfast, dan Garuda Indonesia. 

Dirinya menuturkan pada hari pertama larangan mudik tersebut, terdapat 52 penerbangan domestik yang dilayani oleh ketiga maskapai tersebut.

"Batik Air ada 2 flight, Airfast satu flight, dan Garuda Indonesia  49 flight," ujar Holik, Kamis (6/5/2021). 

Holik menuturkan, selain melayani 52 penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta, terdapat pula 23 penerbangan internasional. 

"Ada 75 penerbangan, 52 domestik, sisanya internasional," katanya. 

Holik menjelaskan, operasional pesawat domestik dikhususkan bagi penumpang yang dikecualikan sesuai peraturan yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik. 

"Untuk penumpang yang dikecualikan atau penumpang non-mudik agar memastikan untuk melengkapi persyaratan yang ditentukan sebelum ke bandara," jelasnya. 

Selama masa larangan mudik Lebaran 2021, perjalanan hanya diperbolehkan bagi mereka yang masuk kategori pengecualian, yakni: 

- Orang yang melakukan perjalanan dinas  
- Kunjungan keluarga sakit  
- Kunjungan duka anggota keluarga meninggal 
- Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang 
- Kepentingan non-mudik tertentu lainnya 

Dokumen Wajib

Secara umum, mereka yang boleh melakukan perjalanan selama 6-17 Mei 2021 ini diwajibkan untuk membawa dua dokumen: 

  • Surat hasil negatif Covid-19 melalui tes GeNose C19, rapid test antigen ataupun tes swab/ RT PCR. Sampel harus diambil dalam kurun waktu 1x24 jam, 
  • Surat izin bepergian atau surat izin keluar masuk (SIKM) dari pihak berwenang. 

Surat izin itu dikeluarkan oleh pejabat berwenang, yakni atasan dari warga yang melakukan perjalanan dinas. 

Untuk warga umum non-pekerja atau pekerja informal, surat izinnya dikeluarkan oleh kepala desa/ lurah. 

E-HAC 

Selain kedua dokumen itu, calon penumpang juga wajib mengisi e-HAC Indonesia sebagai syarat perjalanan. 

Untuk diketahui, e-HAC adalah kartu kewaspadaan kesehatan elektronik yang mencatat alamat tujuan dan keberangkatan pelaku perjalanan. 

Syarat pengisian e-HAC itu mengacu pada Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19. 

Adapun pengisian e-HAC dapat dilakukan melalui aplikasi atau situs web resmi e-HAC.(toga)
 

Berita Terkait
News Update