Dirut PDAM Tirta Multatuli Mengundurkan Diri, Operasional Perbaikan Jaringan Air di Lebak Terganggu

Kamis 01 Apr 2021, 09:43 WIB
Petugas melakukan pemeliharaan jaringan air bersih di Lebak (ist)

Petugas melakukan pemeliharaan jaringan air bersih di Lebak (ist)

LEBAK, POSKOTA, CO.ID – Operasional perbaikan dan pemeliharaan jaringan air milik para pelanggan PDAM di Kabupaten Lebak terancam terganggu.

Hal itu dikarenakan tidak adanya pencairan Biaya Operasional (BOP) oleh PDAM Tirta Multatuli pada kedua kegiatan itu.

Usut punya usut, tidak adanya pencairan BOP itu merupakan dampak dari kekosongan jabatan Direktur Utama PDAM Tirta Multatuli sejak akhir Maret 2021.

Jabatan itu kosong setelah, Direktur Utama sebelumnya yakni Oya Masri mengirimkan surat pengunduran diri kepada Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Kepala Pelayanan Langganan PDAM Tirta Multatuli Ratu Tini mengatakan, pencairan BOP itu sendiri tidak dapat dilakukan karena kegiatan yang bersipat membutuhkan biaya besar harus ditanda tangani oleh Direktur Utama PDAM Tirta Multatuli.

"Pak Dirut mengundurkan diri hari Kamis lalu. Alasannya kenapa enggak kami ketahui," katanya kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Ia mengatakan, saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak belum menunjuk pejabat sementara atau PLT Dirut PDAM Tirta Multatuli. Sehingga saat ini, posisi itu masih kosong.

"Dari Pemkab belum menunjuk pejabat pengganti atau Plt. Tidak adanya Plt membuat beberapa kegiatan operasional belum dapat dilaksanakan," katanya.

Belum adanya Plt menyebabkan beberapa kegiatan ditunda. Imbasnya yaitu membuat pelanggan PDAM pada teriak salah satunya dari Kecamatan Bayah.

Mereka protes karena pemasangan pipa baru jaringan PDAM Cabang Bayah masih belum dilakukan, sehingga masyarakat sekitar mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih.

Pemasangan pipa belum bisa dilaksanakan karena membutuhkan biaya operasional buat upah pekerjanya.

"Jadi belum dikerjakan karena memang anggaran biayanya belum bisa dicairkan. Untuk mencairkan anggaran itu harus ditandatangani oleh Dirut, sementara beliau sudah mengundurkan diri dan dari Pemda juga belum menunjuk atau menempatkan Plt Dirut," katanya.

"Kalau tidak ditandatangani ya belum bisa melaksanakan kegiatan. Khususnya yang berkaitan penyerapan biaya operasional," tambahnya.

Ratu Tini mengungkapkan, bahwasaannya Dirut PDAM mengundurkan diri sebelum habis masa jabatannya. 

"Pak Dirut habis masa jabatannya bulan Mei mendatang. Habis masa jabatan yang ke dua periode," katanya.

Sementara itu Kepala Cabang PDAM Kawaci (Kalanganyar, Warunggunung, Cibadak) Dede menuturkan, dirinya juga sama sekali tidak mengetahui atasannya mundur dari jabatan Dirut.

"Saya enggak mengetahui alasan Pak Dirut Mundur. Hanya saja memang ya itu tadi ada kegiatan perbaikan sementara ditunda," katanya.

Perbaikan yang ditunda salah satunya pemasangan pipa sambungan air bersih untuk pelanggan Cibadak.

"Pemasangan ditunda karena memang itu tadi harus ada persetujuan Dirut. Sedangkan Pak Dirut sudah mengundurkan diri," katanya.

Sementara itu, Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan (Asda II)  Pemkab Lebak Wawan Kuswanto menuturkan, sampai hari ini belum ada penunjukan Dirut PDAM.

"Jadi untuk keluhan pengaduan silakan ajukan ke Pak Oya. Mengundurkan diri bukan berarti sudah tidak menjabat sebagai Dirut PDAM, masih menjabat sebelum ada surat persetujuan dari Bupati, masih menjabat dan masih bertanggung jawab atas perusahan tersebut," katanya.(kontributor banten/yusuf permana)

Berita Terkait

News Update