SERANG, POSKOTA.CO.ID - Libur panjang Imlek 2021 tak berpengaruh besar terhadap okupasi lonjakan penumpang di terminal terpadu tipe A Pakupatan, Kota Serang, Banten.
Hal tersebut dikarenakan seiring dengan kebijakan pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di sejumlah daerah.
Berdasarkan data dari petugas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang berjaga di Terminal Pakupatan, pada awal libur panjang, Jumat (12/2/2021), total penumpang datang ke terminal dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) untuk sif pagi, dari pukul 08.00-20.00 sebanyak 141 kendaraan, dengan total persentase sebanyak 21,0 persen.
"Penumpang yang datang ke terminal sebanyak 1.942 orang, yang turun 419 orang, yang naik 230 penumpang. Sementara yang berangkat total keseluruhannya mencapai 1.753 orang," kata petugas Kemenhub, Wardi, Minggu (14/2/2021).
Baca juga: Libur Imlek, Penumpang di Terminal Pulo Gebang Naik 50 Persen
Sedangkan untuk sif dua, lanjut Wardi, dari pukul 20.00-08.00, total bus yang datang sebanyak 21 kendaraan, dengan jumlah penumpang yang datang sebanyak 129 orang, turun 11 orang dan naik 6 orang.
"Dengan total penumpang yang berangkat sebanyak 124 orang dengan load factor atau persentase 10 persen," jelasnya.
Petugas memastikan penerapan protokol kesehatan di terminal tipe A Pakupatan, Kota Serang, Banten. (luthfi/kontributor)
Sedangkan untuk keesokan harinya, Sabtu (13/2/2021), Wardi melanjutkan, untuk jumlah kendaraan yang datang sejak pagi mencapai 171 kendaraan, dengan jumlah penumpang kedatangan sebanyak 1.378 orang, turun 262 orang dan naik 87 orang.
"Total penumpang yang berangkat sebanyak 1.203 orang, dengan load factor atau persentase mencapai 11,9%," ucapnya.
Baca juga: Ujicoba GeNoSe C19 di Terminal Terpadu Pulo Gebang Berakhir Hari Ini, Hasilnya?
Sementara itu untuk total kendaraan yang datang pada sif duanya, berdasarkan pantauan sebanyak 35 kendaraan dengan total kedatangan sebanyak 332 orang, yang turun 102 orang, dan naik 28 orang.
"Total penumpang yang datang sebanyak 257 orang dengan load factor atau persentase 12,4%," ujarnya.
Wardi menjelaskan, rata-rata penumpang yang datang itu dari arah Jakarta dengan tujuan ke wilayah Selatan (Pandeglang) dan pelabuhan Merak.
"Untuk menekan penyebaran Covid-19, Wardi mengaku pihaknya sudah menyediakan bilik antiseptik bagi penumpang yang berasal dari Jawa dan luar Jawa," ungkapnya.
Baca juga: Terminal Pulogebang Ujicoba Penggunaan Alat GeNose untuk Penumpang Hingga 5 Hari Ke Depan
Di bilik septik ini, lanjutnya, setiap penumpang yang datang dari luar akan diperiksa suhu dan kondisi kesehatannya.
Kami terus pantau pak, karena ini sudah masuk SOP kami di musim pandemi ini," katanya.
Wardi mengakui, pada masa pandemi Covid-19 ini kondisi penumpang yang masuk ke terminal Pakupatan memang mengalami penurunan cukup drastis. Hal itu tidak hanya terjadi pada libur panjang seperti ini, tapi juga pada saat hari biasa.
"Kalau hari biasa di masa pandemi ini, total kedatangan penumpang di terminal Pakupatan persentasenya paling tinggi itu hanya 15 persen," ujarnya.
Baca juga: Februari Nanti, Tiga Terminal di DKI Akan Dipasangi Alat Pendeteksi Covid-19
Jika sebelum pandemi, tambah Wardi, total penumpang pada libur panjang seperti ini bisa mencapai 75 persen load factor-nya, sedangkan untuk hari biasa biasanya mencapai 50 persen.
"Kalau biasanya mah pas libur panjang kaya gini rame, tapi sekarang mah jauh berbeda," akunya.
Meskipun demikian, lanjutnya, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kedatangan dan keberangkatan bus di terminal Pakupatan.
"Kami dijadwal pak, semuanya ada dua sif, pagi dan malam bergantian," tutupnya. (luthfi/kontributor/ys)