Download E-Paper

Siapakah Sosok Rahma Sarita yang Dipecat dari Staf Ahli Wakil Ketua MPR Gegara Pelesetkan Pancasila?

Kamis, 17 Desember 2020 - 11:28
Rahma Sarita dipecat dari posisinya sebagai tenaga ahli pimpinan MPR, usai dituduh menghina Pancasila. (twitter/@rahmasarita)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Nama Rahma Sarita tiba-tiba menjadi buah bibir setelah dikabarkan dipecat dari posisinya sebagai staf ahli Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Pemecatan tersebut dikabarkan dialami Rahma Sarita setelah ia mengunggah di akun Twitter soal Pancasila versi Negara Wakanda. Lantas siapakah sosok wanita yang belakangan sering tampil di YouTube Realita TV ini?

Dikutip dari berbagai sumber, diketahui Rahma Sarita dahulunya adalah pembawa acara berita di sejumlah stasiun televisi (TV). Ia pernah bekerja di TVRI, Jak tv, Metro TV hingga tvOne.

Baca juga: Rachma Sarita Dipecat dari Staf Ahli Wakil Ketua MPR, Gegara Plesetkan Pancasila

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga tersebut semakin melambung namanya ketika membawakan program acara berita investigasi ‘Metro Realitas’. Tak ayal, ia pun kini memiliki channel YouTube pribadi ‘Realita TV’.

Wanita kelahiran Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, 7 April 1975, itu juga kerap tampil sebagai host atau pembawa acara di channel YouTube Realita TV. Sejumlah tokoh, terutama politisi sudah banyak ia wawancarai di YouTube-nya itu.

Caleg Partai Nasdem

Dunia politik pun seakan akrab bagi wanita yang sudah lama menjadi jurnalis dan presenter televisi swasta ini. Lantas, ia sempat maju sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur (Jatim) II Pasuruan-Probolinggo, sebagai caleg Partai Nasdem.

Dari Dapil itu Nasdem memang meraih dua kursi. Hanya saja, Rahma bukan peraih suara terbanyak. Ia harus rela menyerahkannya kepada dua rekan separtai. Yakni, Hasan Aminudin, mantan Bupati Probolinggo dan Aminurokhman, mantan Wali Kota Pasuruan.

Meski gagal menjadi Anggota DPR RI, Rahma Sarita tetap melenggang ke Senayan. Namun sebagai tenaga ahli pimpinan MPR RI.

Surat Pemberhentian

Seorang netizen Nila Murti Tanjung melalui akun Twitter @nila_mrt pada Rabu (16/12/2020) mengunggah foto surat pemberhentian Rahma Sarita.

Dalam surat yang ditandatangani Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat nomor: 033/LM/MPRRI/XII/2020 bertanggal 13 Desember 2020 ditujukan kepada Sekretaris Jenderal MPR RI perihal Pemberhentian Tenaga Ahli Pimpinan.

Ditulis dalam surat tersebut, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat yang berasal dari Fraksi NasDem itu memberhentikan Staf Tenaga Ahli atas nama Rahma Sarita SH dengan alasan tidak menjalankan tanggung jawab sebagai Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI.

Baca juga: MPR: Kegagalan Transisi PSBB Pertama Jangan Terulang Kembali

Disebut juga ketidaksesuaian dengan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara dan tidak menjalankan kebijakan MPR dalam menjaga dan menyosialisasikan empat konsensus kebangsaan.

Kepala Biro Humas MPR RI Siti Fauziah membenarkan surat pemberhentian dimaksud. Menurutnya, Rahma Sarita diberhentikan dari staf tenaga ahli Wakil Ketua MPR.

"Surat tersebut benar. Infonya, dia juga sudah diberhentikan," kata Siti kepada awak media, Rabu (16/12/2020).

Unggahan soal Pancasila

Pemecatan tersebut diduga lantaran postingan yang sempat diunggah oleh Rahma Sarita di Twitter, terkait dengan pelesetan terhadap lima sila dalam Pancasila. Berikut postingannya:

Pancasila Versi Negara Wakanda:

1. Ketuhanan yg berkebudayaan

2. Kemanusiaan untuk golongan sendiri dan tidak beradab untuk golongan lainnya

3. Perpecahan Wakanda

4. Kerakyataan yang dipimpin oleh oligarki kekuasaan

5. Ketidakadilan sosial bagi yang berseberangan dengan penguasa

Lambangnya burung emprit noleh ke kiri.

Lewat akun @rahmasarita, mantan istri perwira polisi itu kemudian menuliskan permohonan maafnya.

"Saya cek semua akun medsos saya penuh dengan komentar hujatan karena saya dianggap menghina Pancasila, mohon maaf jika terjadi kesalahpahaman," tulisnya.

Baca juga: Dengan Suara Bergetar, Jenderal Gatot Mohon Maaf

Rahma melanjutkan,"Mohon dimengerti, saya sama sekali tidak bermaksud menghina lambang negara Burung Garuda Pancasila. Jelas sekali yang saya maksudkan adalah sebuah satir untuk mengkritik perkembangan saat ini," tulisnya.

Rahma kemudian merujuk negara fiktif Wakanda dan sama sekali bukan burung Garuda secara utuh.

"Saya merujuk negara fiktif Wakanda (seandainya negara itu ada) sama sekali bukan burung garuda secara utuh. Kalau banyak yang kurang berkenan, kali ini saya mohon maaf. Semoga ini bisa menjelaskan maksud dari postingan kemarin," tulis wanita keturunan Indonesia Arab bernama lengkap Rahma Sarita al Jufri ini. (ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->