IRJEN Pol Fadil Imran mulai hari ini memulai tugas baru sebagai Kapolda Metro Jaya, menyusul serah terima jabatan dengan Irjen Nana Sudjana.
Pak Fadil, biasa dipanggil, yang nama lengkapnya Dr. Drs. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si, adalah sosok yang tak asing lagi bagi masyarakat Jakarta.
Juga bukan hal baru ketika harus kembali memetakan problematik Jakarta, utamanya gangguan kamtibmas di Jakarta dan sekitarnya.
Mengingat sebelumnya pernah menjabat Kapolres KP3 Tanjung Priok, Kapolres Jakarta Barat dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
Dengan rekam jejak cemerlang, kami meyakini tidaklah sulit menciptakan kamtibmas yang kondusif, tetapi penuh kreatif dan inovatif di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kamtibmas di Jakarta dan sekitarnya tak hanya butuh terkendali, aman, dan nyaman.
Tak hanya tiadanya, setidaknya minimnya gangguan kamtibmas, tetapi gerak cepat merespons setiap kejadian dan pengaduan.
Lebih pro-aktif, komunikatif dan aspiratif dalam menerima aspirasi masyarakat hingga penyelesaian masalah yang mencuat.
Merangkul partisipasi masyarakat perlu menjadi prioritas, mengingat ini akan bersinggungan langsung dengan tugas besar yang segera harus dijalankan.
Itu prioritas, yakni menegakkan disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Ini satu pekerjaan rumah ((PR) yang harus segera dituntaskan.
Kita meyakini, kalau sebatas menindak pelanggar prokes di jalan raya, di tempat umum, boleh jadi bukanlah hal sulit, karena fakta adanya.
Tentu bukan itu tujuan utama.
Tetapi bagaimana mengajak masyarakat bersiplin mematuhi prokes, itu perlu cara tersendiri. Perlu sentuhan nurani dan empati. Tak kalah pentingnya kreasi dan inovasi.
Bukankah lebih baik tidak ada penindakan karena tak ada pelanggaran sebagai cermin masyarakat telah berdisiplin.
Ketimbang banyak menindak pelanggar sebagai bukti banyaknya pelanggaran. Rendahnya disiplin masyarakat.
Mengapa? Dengan tingginya disiplin masyarakat mematuhi prokes 3M, berarti masyarakat telah berpartisipasi aktif mencegah penularan Covid-19.
Kita sepakat mencegah lebih baik. Sepakat pula upaya prevenfif lebih dikedepankan, ketimbang represif.
Memang sabagai tahap awal meningkatkan disiplin, perlu diciptakan efek jera, di antaranya melalui tindakan represif.
Selamat bertugas Jenderal. (*).