Download E-Paper

Cawalkot Depok Kenang Abdullah Syukri Zarkasyi: Almarhum Sangat Dekat dengan Santri

Jumat, 23 Oktober 2020 - 11:00
Calon petahana Wali Kota Depok, Mohammad Idris. (angga)

DEPOK - Duka mendalam atas meninggalnya Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Gontor, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, masih dirasakan calon petahana Wali Kota Depok, Mohammad Idris.  

"Tentu sabagai murid almarhum setelah mendapat kabar meninggalnya KH Abdullah Syukri sehari sebelum Hari Santri Nasional, kemarin, sangat sedih dan merasa kehilangan," ujar Idris, Jumat (23/10/2020).

Sebagai alumni, Idris, waktu mondok pernah diajarkan mata pelajaran oleh almarhum. Selain itu almarhum dikenal sebagai sosok yang baik dan menjadi teladan bagi setiap muridnya.

Baca juga: Pimpinan Ponpes Gontor KH Abdullah Syukri Zarkasyi Meninggal Dunia

Idris pun menceritakan sosok almarhum lebih detail. Baginya, almarhum merupakan sosok kiai yang senang akan seni dan budaya.

"Orangnya waktu saya kenal suka geluti seni suara dan seni musik. Almarhum merupakan seorang drummer dan sangat piawai dalam memainkan alat musik tersebut. Almarhum sangat dekat dengan santri, ketika saya ke sana almarhum yang mengantar saya berkeliling melihat perkembangan pesantren,” ungkapnya.

Lebih lanjut Idris mengatakan, almarhum saat itu bertugas menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di luar pondok pesantren.

Baca juga: Hari Santri Nasional, Calon Walikota Depok Idris: Santri Mampu Jadi Pemimpin Bangsa

"Seorang diri almarhum keluar yang membangun jaringan dan menghampiri para alumni di pelosok negeri, menjalin komunikasi dan diplomasi dengan pemerintah dalam dukungan. Lalu beliau pernah mengajar mata pelajaran hadist dan akhlaq," paparnya.

Selain itu almarhum juga merupakan sosok pekerja tanpa pamrih. Meski seorang kiai dan tenaga pengajar di pondok pesantren ketika itu.

"Sosok almarhum juga dikenal kiai enggak mendapat gaji dari Pesantren. Almarhum memiliki usaha sendiri begitu juga dengan keluarganya. Jadi bukan dibiayai dari ‘keuntungan’ yang dilakukan pesantren. Pesantren ini kan diselenggarakan oleh para santri biasanya kelas V dan kelas VI, keuntungan-keuntungan itu memang untuk pesantren bukan untuk kiainya,” paparnya.

Baca juga: Raja Dangdut Rhoma Irama Dukung Paslon Idris-Imam di Pilkada Depok

Idris berharap penerusnya dapat mengedepankan prinsip kesederhanaan dan kemandirian seperti halnya yang dilakukan almarhum semasa hidupnya. (angga/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->