Download E-Paper

Fraksi PDIP: Langkah Anies Berlakukan PSBB Transisi Tepat

Senin, 12 Oktober 2020 - 15:36
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono (Yono)

JAKARTA - Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono, menilai langkah yang diambil Pemprov DKI mencabut PSBB Ketat yang dialihkan ke masa Transisi sudah tepat.

Menurutnya, kebijakan tersebut sebagai bukti bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mendengar jeritan masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19.

"PSBB Transisi sudah tepat. Alhamdullilah pak Anies mau mendengar jeritan warga ibu kota," kata Gembong saat dihubungi, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Industri, Perdagangan, UMKM Diizinkan Beroperasi di Masa PSBB Transisi

Dirinya menyebut, kebijakan PSBB Transisi, sangat ditunggu masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sangat terpuruk ekonominya akibat dari hantaman virus Corona.

"Ini kebijakan yang ditunggu oleh para pelaku usaha khususnya UMKM, di mana Pemprov DKI dituntut mampu menjaga keseimbangan terhadap penanganan COVID-19 dan ekonomi," kata Gembong dalam pesan singkatnya di Jakarta, Senin

PSBB Transisi yang mulai diberlakukan hari ini, tanggal 12 hingga 25 Oktober 2020 mendatang, Gembong berharap ke depannya Pemprov DKI diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bagi warga ibu kota untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Agar pelonggaran PSBB ini dapat juga secara efektif menurunkan penyebaran Covid-19, sehingga pada akhirnya dapat menumbuhkan perekonomian warga ibu kota," pungkasnya.

Baca juga: PSBB Transisi, Salon dan Barbeshop Diizinkan Beroperasi Mulai Hari Ini

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan, untuk mencabut masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ketat, untuk dikembalikan ke masa Transisi selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12 - 25 Oktober 2020.

Kebijakan tersebut dilakukan, karena adanya pelambatan kenaikan kasus positif Covid-19, di Ibukota. Kendati demikian, Anies tidak memungkiri kasus aktif Covid-19, masih terjadi peningkatan penularan.

Anies mengatakan, keputusan dikembalikan ke masa Transisi, juga didasarkan pada beberapa indikator, mulai dari laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan Covid-19.

"Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap," terang Anies, melalui keterangan tertulis, Minggu (11/10/2020).

Baca juga: PSBB Transisi, Resto di Kelapa Gading Mulai Layani Makan di Tempat

Anies menegaskan, bila dalam dua pekan kedepan tidak ada kedisiplinan dari masyarakat Ibukota, maka akan dilakukan pengetatan kembali PSBB.

"Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali," pungkasnya. (Yono/tha)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->