Tak berhenti di situ, warganet lain mencoba memberi sudut pandang berbeda dengan membagikan pengalamannya.
"Bulan kemaren normal ga? Gw pernah tiba-tiba hampir naik 2x lipat, pas bulan depannya bayar cuma sedikit doang," cerita pengguna @far**** mencoba menenangkan yang lain.
Baca Juga: PLN Turun Langsung ke Lokasi Banjir Pastikan Keamanan Listrik dan Bantu Warga
Fakta di Balik Lonjakan Listrik
Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan tagihan listrik melonjak tajam? Salah satu penyebab utama adalah berakhirnya program Diskon Token Listrik yang diberlakukan di awal tahun 2025.
Program ini memberikan potongan hingga 50 persen bagi pelanggan tertentu sebagai bagian dari kebijakan stimulus ekonomi pasca pemulihan.
Namun, untuk bulan April 2025 sendiri, pemerintah secara resmi memberlakukan tarif baru untuk pelanggan subsidi dan nonsubsidi.
Ini adalah bulan perdana penyesuaian tarif listrik setelah program diskon resmi dihentikan.
Penetapan tarif baru ini mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero).
Dalam peraturan tersebut, pemerintah menegaskan, kebijakan penyesuaian tarif dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha PLN sebagai penyedia listrik.