Situasi tersebut jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Berlin, Jerman, tempat di mana timnas Italia merayakan gelar juara Piala Dunia.
Amnesti untuk Pemain Timnas Italia
Melansir dari The Guardian, banyak pemain Timnas Italia yang kembali dari Berlin dengan perasaan tidak nyaman bahwa klub mereka masih menghadapi kemungkinan hukuman dan degradasi.
Tiga belas dari 23 penggawa Azzurri bermain untuk klub yang terlibat dalam skandal terbesar yang melanda sepak bola Italia selama hampir seperempat abad.
Namun, kemenangan atas Prancis di Piala Dunia Jerman 2006 membuat pengadilan lebih sulit untuk menjatuhkan hukuman berat.
Keberatan tersebut utamanya kepada Juventus yang memasok beberapa pemain kunci dalam skuad seperti Fabio Cannavaro dan Gianluigi Buffon.
Menteri kehakiman Italia sempat menyarankan bahwa mencapai final sudah cukup untuk memberikan amnesti bagi para pemain yang klubnya terlibat.
Namun, Giovanna Melandri sebagai penanggung jawab olahraga di pemerintahan Roma, menolak gagasan amnesti dan pengampunan. Bahkan menurutnya, langkah tersebut merupakan kebodohan.
Kasus calciopoli pada masa itu begitu besar dan menyeret banyak nama, termasuk kapten timnas Italia yang mengangkat trofi Piala Dunia, Fabio Cannavaro, ikut diinterogasi dalam penyelidikan jaksa.
Kiper Italia dan Juventus, Gianluigi Buffon bahkan secara resmi ditetapkan sebagai tersangka lain meski akhirnya lolos dari hukuman dan tetap bermain untuk Juventus meski pun harus terdegradasi ke Serie B.
Akan tetapi, pasca jatuhnya hukuman terhadap klub-klub yang terlibat kasus tersebut, tak semua mantan pemain timnas Italia bertahan dengan klubnya.
Beberapa dari mereka memilih hijrah ke klub lain seperti Fabio Cannavaro dan Gianluca Zambrotta yang hengkang dari Juventus.