Nomor HP yang kamu daftarkan di aplikasi pinjol biasanya sudah terhubung dengan berbagai data penting, seperti akun bank atau e-wallet, yang digunakan untuk transaksi atau verifikasi.
Jika kamu mengganti nomor HP, kamu akan kesulitan untuk mengakses kembali akun-akun ini karena proses verifikasi biasanya akan menggunakan nomor yang terdaftar sebelumnya.
Proses penggantian nomor pada sistem aplikasi pinjol pun tidak selalu mudah dan bisa memakan waktu yang cukup lama, serta memerlukan verifikasi lebih lanjut.
2. Data Akun Pinjol yang Bermasalah
Selain itu, aplikasi pinjol biasanya akan menghubungkan nomor HP yang kamu daftarkan dengan identitas kamu.
Jika kamu mengganti nomor HP, data akun pinjol kamu mungkin akan bermasalah, bahkan bisa berpotensi menyebabkan akun kamu terkunci atau sulit untuk diakses kembali.
Hal ini bisa membuat kamu semakin terjebak dalam masalah dan kesulitan untuk melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pihak pinjol.
3. Pihak Pinjol Masih Bisa Melacak Kamu
Meski kamu sudah mengganti nomor HP, pihak pinjol masih memiliki berbagai cara untuk melacak identitas kamu.
Mereka bisa menggunakan data-data lain yang telah kamu daftarkan, seperti alamat email, NIK (Nomor Induk Kependudukan), atau data rekening bank.
Jadi, mengganti nomor HP tidak akan serta-merta membuat kamu lepas dari penagihan, malah bisa memicu pihak pinjol untuk mencari cara lain agar bisa menghubungi kamu.
Baca Juga: Tidak Pernah Pakai Pinjol, Tiba-tiba Ada Penagihan Lewat Pesan WhatsApp? Begini Cara Mengatasinya
4. Meningkatkan Ketegangan dengan Pihak Pinjol
Jika pihak pinjol merasa kesulitan untuk menghubungi kamu setelah mengganti nomor, mereka mungkin akan berusaha untuk mencari cara lain untuk menagih utang.
Ini bisa menyebabkan ketegangan lebih lanjut, seperti tekanan mental atau ancaman yang lebih keras.