Untuk melindungi diri dari kemungkinan tindakan yang tidak sesuai aturan, siapkan beberapa bentuk dokumentasi sebagai bukti jika terjadi pelanggaran.
Jika DC lapangan bertindak di luar batas kewajaran, bukti ini bisa digunakan untuk melaporkan mereka ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau pihak berwajib.
3. Jangan Biarkan Mereka Masuk ke Rumah
Anda memiliki hak penuh untuk menolak DC masuk ke dalam rumah. Jika mereka datang, cukup temui mereka di luar, misalnya di teras atau halaman rumah.
Dengan begitu, Anda bisa menghindari kemungkinan tekanan atau tindakan tidak menyenangkan yang bisa terjadi di dalam rumah.
Jika mereka memaksa masuk tanpa izin, Anda bisa menegaskan bahwa mereka tidak memiliki hak untuk melakukannya.
Baca Juga: Kenapa DC Pinjol Sering Datang ke Rumah dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
4. Jangan Terprovokasi dan Tetap Sopan
Beberapa DC mungkin menggunakan taktik intimidasi atau mencoba menekan Anda secara emosional dengan suara keras, ancaman verbal, atau bahkan gertakan soal hukum.
Tetaplah berbicara dengan tenang dan profesional. Jika mereka bersikap kasar atau mengancam, cukup catat atau rekam sebagai bukti.
5. Tanyakan Bukti Legalitas DC
Sebelum berbicara lebih jauh, Anda berhak meminta identitas dan bukti legalitas dari DC yang datang ke rumah.
Apabila mereka tidak bisa menunjukkan identitas atau surat tugas resmi, Anda boleh menolak berkomunikasi dan melaporkan ke pihak terkait.
6. Jangan Memberikan Janji yang Tidak Bisa Dipenuhi
Sering kali, DC akan meminta janji pembayaran segera dan menekan Anda untuk membayar dalam waktu tertentu. Jika Anda memang belum bisa membayar, jangan memberikan janji yang tidak realistis.
Sebaliknya, komunikasikan situasi keuangan Anda dengan jelas. Jika memungkinkan, diskusikan opsi restrukturisasi utang atau perpanjangan tenor pembayaran agar bisa mencicil dengan lebih ringan.