Keseluruhan poin tersebut akan menghasilkan rumus: Poin = (MxIxTxC). Pentingnya pertandingan (I) juga terbagi menjadi empat kategori, seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada yang bebobot poin besar dan berbobot poin kecil, tergantung gengsi turnamen.
Baca Juga: FIFA Rencanakan Piala Dunia 2030 Tambah Peserta Jadi 64, Timnas Indonesia Makin Punya Peluang?
Kekuatan lawan (T) dihitung dengan mengurangkan angka 200 dengan angka peringkat dunia FIFA pada saat pertandingan.
Dengan formula yang satu ini, maka jika suatu tim mengalahkan tim yang peringkatnya semakin tinggi, maka poin yang akan didapatkan semakin besar, Namun pada formula ini ada pengecualian untuk negara dibawah peringkat 150.
Selanjutnya kekuatan dan nilai koefisien konfederasi (Misalnya Eropa, Amerika Selatan, Asia Tenggara dan lainya).
Ketika menghitung pertandingan antara tim dari konfederasi yang berbeda, nilai rata-rata dari konfederasi di antara dua tim akan digunakan.
Kekuatan konfederasi dihitung berdasarkan jumlah kemenangan rata-rata negara konfederasi tersebut di tiga kompetisi Piala Dunia FIFA terakhir.
Kerana perhitungan yang rumit inilah mungkin yang membuat hal ini jarang dilirik meskipun sebenarnya cukup penting.
Perhitungan akhirnya adalah hasil perkalian dari rumus yang sudah di jelaskan di atas yang pada intinya semakin sering sebuah tim kalah atau seri, maka poin yang didapat tentu akan sedikit.
Peringkat FIFA sendiri dibuat dengan maksud untuk menjadi acuan mengukur level tim nasional suatu negara.