POSKOTA.CO.ID - Idul Fitri adalah salah satu hari raya terbesar bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, Idul Fitri dirayakan dengan penuh sukacita setelah sebulan berpuasa selama bulan Ramadhan.
Namun, sebelum merayakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai cara merayakan Idul Fitri. Tradisi merayakan hari kemenangan ini telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Islam.
Lantas, apa yang dilakukan Rasulullah ketika Idul Fitri?
Dikutip dari YouTube Kajian Islam TV, Berikut ini adalah cara Rasulullah SAW merayakan Idul Fitri.
Baca Juga: Pemerintah Kembali Cairkan 4 Bantuan Sosial Ini Jelang Hari Raya Idul Fitri 2025, Cek Daftarnya!
Cara Rasulullah Merayakan Idul Fitri
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan umat Islam tentang cara merayakan Idul Fitri yang tidak hanya sebatas pada perayaan semata, namun juga mengandung makna spiritual dan sosial.
1. Takbir
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengumandangkan takbir pada malam terakhir Ramadhan hingga pagi hari 1 Syawal. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 185 yang menginstruksikan umat Islam untuk bertakbir sebagai bentuk pembesaran nama Allah atas petunjuk-Nya.
2. Memakai Pakaian Terbaik
Rasulullah memandikan diri, memakai wangi-wangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki. Hal ini mengajarkan kita untuk tampil sebaik mungkin dalam merayakan hari kemenangan.
Baca Juga: Muhammadiyah Telah Menetapkan Idul Fitri 1446 H pada 31 Maret 2025, Begini Penjelasannya
3. Makan Sebelum Shalat Idul Fitri
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memakan kurma dengan jumlah ganjil, seperti tiga atau tujuh butir, sebelum berangkat ke tempat shalat Idul Fitri. Hal ini menunjukkan bahwa tidak berpuasa pada hari raya Idul Fitri merupakan amalan yang diperintahkan.
4. Shalat Idul Fitri
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melaksanakan shalat Idul Fitri bersama keluarga dan sahabat, termasuk laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Beliau juga memilih rute jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat shalat untuk menambah keutamaan hari tersebut.