Dengan lebih selektif dalam membelanjakan uang, kamu bisa mengalokasikan dana untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.
2. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting tapi Mendesak
Diskon besar-besaran dan promo Lebaran memang menggoda, tetapi jangan sampai ini menjadi jebakan bagi keuanganmu.
Jika barang yang ditawarkan tidak benar-benar dibutuhkan, lebih baik tahan diri untuk tidak membelinya.
Cara terbaik untuk menghindari pengeluaran impulsif adalah dengan membuat daftar belanja sebelum pergi ke toko atau berbelanja online.
Pastikan daftar ini hanya berisi barang-barang yang benar-benar diperlukan. Selain itu, tetapkan batas anggaran dan patuhi agar tidak tergoda untuk membeli barang di luar rencana.
3. Tunda Pengeluaran yang Penting tapi Tidak Mendesak
Jika ada pengeluaran besar yang tidak terlalu mendesak, lebih baik ditunda hingga setelah Lebaran atau saat keuangan lebih stabil.
Misalnya, membeli gadget baru, renovasi rumah, atau bahkan mengganti kendaraan bisa dilakukan di waktu yang lebih tepat.
Begitu juga dengan pembelian pakaian baru. Jika masih memiliki pakaian layak dan bagus untuk dipakai saat Lebaran, tidak ada salahnya mengenakan pakaian lama yang masih dalam kondisi baik.
Ingat, Lebaran bukan tentang pakaian baru, tetapi tentang kebersamaan dan hati yang kembali suci.
4. Fokus pada Hal yang Penting dan Mendesak
Prioritaskan pengeluaran utama untuk kebutuhan pokok dan mendesak seperti makanan sehat, tagihan listrik, air, biaya tempat tinggal, dan zakat.
Jangan sampai pengeluaran untuk hal-hal sekunder mengorbankan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.