POSKOTA.CO.ID - Tiki-taka adalah filosofi sepak bola yang mengandalkan operan pendek dan pergerakan cepat. Gaya ini menitikberatkan penguasaan bola agar lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Permainan ini berkembang pesat di akademi La Masia milik Barcelona sebelum mencapai puncaknya di era Pep Guardiola. Kombinasi Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets menjadikan Barcelona tim yang mendominasi Eropa.
Timnas Spanyol juga memanfaatkan tiki-taka sebagai strategi utama saat meraih tiga gelar bergengsi berturut-turut. Mereka memenangkan Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012 dengan permainan berbasis penguasaan bola.
Dominasi penguasaan bola membuat tim yang menerapkan tiki-taka mampu mengendalikan jalannya laga. Dengan strategi ini, lawan lebih sulit merebut bola dan menciptakan peluang serangan.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Timnas Indonesia Usai Dibantai Australia di Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026
Selain itu, tiki-taka efektif untuk membongkar pertahanan lawan yang disiplin. Operan cepat dan pergerakan tanpa bola membuat tim lebih dinamis dalam menciptakan peluang.
Penguasaan bola yang tinggi juga mengurangi risiko kehilangan bola dan serangan balik lawan. Tim yang memainkan tiki-taka memaksa lawan untuk lebih banyak bertahan dan menunggu kesempatan menyerang.
Namun, gaya permainan ini memiliki kelemahan saat menghadapi tim yang bertahan dalam dan disiplin. Ketika ruang gerak terbatas, tiki-taka menjadi kurang efektif dalam membongkar pertahanan lawan.
Tiki-taka juga bergantung pada pemain dengan teknik tinggi dan kecerdasan taktik yang mumpuni. Jika pemain tidak memiliki keterampilan tersebut, gaya ini mudah dipatahkan dan kehilangan efektivitas.
Selain itu, fokus berlebihan pada penguasaan bola terkadang membuat tim kehilangan ancaman nyata. Banyak tim yang mendominasi permainan tetapi kesulitan dalam menuntaskan peluang menjadi gol.