Sejarah Panjang El Clasico Indonesia: Rivalitas Abadi Persija vs Persib

Rabu 02 Apr 2025, 20:48 WIB
Potret pertandingan bigmatch Liga 1 antara Persib vs Persija. (Dok. Persib)

Potret pertandingan bigmatch Liga 1 antara Persib vs Persija. (Dok. Persib)

POSKOTA.CO.ID — Rivalitas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dikenal sebagai El Clasico Indonesia. Pertemuan kedua tim selalu menghadirkan tensi tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan.

Sejarah pertemuan keduanya berawal sejak era Perserikatan pada 1930-an. Saat itu, Persija masih bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), sementara Persib dikenal sebagai Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB).

Final Perserikatan tahun 1931 menjadi salah satu awal mula rivalitas ini, ketika VIJ (Persija) mengalahkan BIVB (Persib). Sejak saat itu, pertandingan mereka selalu dinantikan dan menjadi sorotan nasional.

Memasuki era Liga Indonesia pada 1994, persaingan semakin ketat dengan adanya sistem kompetisi profesional. Persija dan Persib sering bertemu dalam laga penting yang menentukan posisi mereka di klasemen.

Baca Juga: Preview dan Link Live Streaming Jerman vs Italia, Cek Jadwal dan Starting Line Up di Sini!

Menurut catatan hingga 2023, Persija dan Persib telah bertemu sebanyak 46 kali di Liga Indonesia. Dari jumlah tersebut, Persija mencatatkan 19 kemenangan, sementara Persib menang 10 kali, dan 17 laga lainnya berakhir imbang.

Beberapa pertemuan ikonik terjadi dalam sejarah mereka, seperti kemenangan Persija 2-1 atas Persib di Stadion Siliwangi pada 2003. Sebaliknya, Persib juga pernah mengalahkan Persija 2-1 di Stadion Gajayana pada 2009.

Di era Liga 1 yang dimulai sejak 2017, kedua tim tetap menunjukkan persaingan sengit. Hingga 2023, mereka sudah bertemu 15 kali dengan masing-masing tim meraih enam kemenangan, sementara tiga laga berakhir seri.

Atmosfer pertandingan antara Persija dan Persib selalu panas, terutama dengan kehadiran dua kelompok suporter fanatik, Jakmania dan Bobotoh. Ketegangan antarpendukung kerap kali menjadi sorotan dan menimbulkan gesekan.

Baca Juga: Beckham Putra Terhindar dari Denda Pasca Libur, Begini Kata Pelatih Fisik Persib

Meski demikian, rivalitas ini memiliki dampak positif terhadap sepak bola Indonesia. Pertandingan berkualitas tinggi yang mereka sajikan turut meningkatkan popularitas dan daya saing kompetisi domestik.

Dukungan besar dari suporter juga menjadi bukti betapa pentingnya laga ini dalam sejarah sepak bola nasional. Setiap pertandingan selalu dipenuhi penonton, baik di stadion maupun layar kaca.

Sportivitas dalam persaingan ini harus terus dijaga agar rivalitas tetap menjadi ajang kompetitif yang sehat. Sepak bola seharusnya menjadi hiburan dan kebanggaan, bukan ajang permusuhan di luar lapangan.

Seiring berjalannya waktu, El Clasico Indonesia akan terus menjadi salah satu duel paling ditunggu di tanah air. Persija dan Persib bukan hanya bersaing untuk kemenangan, tetapi juga mempertahankan kebanggaan dan sejarah panjang mereka.

Berita Terkait

News Update