Bakatnya semakin terasah setelah aktif dalam berbagai kegiatan teater di sekolah. Ia pun melanjutkan pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan lulus pada 1980.
Ray Sahetapy memulai debut di film bertajuk 'Gadis' (1980) dengan memerankan karakter utama sebagai Jaka.
Pada era 1980-an hingga awal 1990-an, Ray menjadi satu di antara aktor paling popular di tanah air dengan kemampuan akting yang semakin berkembang.
Baca Juga: Ruben Onsu Pilih Mualaf, Ungkap Temukan Ketenangan dalam Islam
Beberapa film popular Indonesia yang telah dibintangnya antara lain 'Ponirah Terpidana' (1984), 'Tatkala Mimpi Berakhir' (1987), dan 'Jangan Bilang Siapa-Siapa' (1990).
Tak hanya itu, Ray juga sempat terlibat dalam produksi film tingkat internasional dengan berperan sebagai tokoh antagonis dalam film 'The Raid' (2011).
Kemudian, ia juga pernah tampil di Captain America: Civil War (2016). Adegan Ray tidak ditampilkan dalam versi final film tersebut, melainkan dimuat dalam The Infinity Saga box set.
Sepanjang perjalanan kariernya, Ray telah menerima tujuh nominasi di ajang bergengsi Festival Film Indonesia (FFI), dengan enam di antaranya sebagai kategori Aktor Terbaik.
Meski belum pernah membawa pulang Piala Citra tersebut, namun jumlah nominasi yang diterima menunjukkan kualitas aktingnya yang sangat dihargai di dunia perfilman Indonesia.
Sementara itu, perannya dalam The Raid telah membawa Ray mendapatkan penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Terbaik di Indonesian Movie Actors Awards (2023).
Ray Sahetapy meninggalkan warisan seni yang berharga bagi dunia perfilman Indonesia. Karya-karyanya telah menjadi bagian dari sejarah perfilman yang dikenang oleh banyak generasi.