Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pilih wilayah administrasi (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan), dan sistem akan menampilkan status kepesertaan bansos Anda.
2. Koreksi Data Administrasi Jika Ditemukan Kesalahan
Jika terdapat ketidaksesuaian data seperti NIK, KK, atau alamat, segera lakukan pembaruan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat agar data yang terdaftar sesuai dengan sistem Kemensos.
Pastikan informasi dalam DTSEN benar dan terkini agar tidak mengalami kendala dalam pencairan bansos berikutnya.
3. Laporkan Masalah ke Dinas Sosial atau Pemerintah Daerah
Jika bansos tidak cair meski data sudah benar, segera kunjungi kantor Dinas Sosial (Dinsos) di daerah Anda untuk melakukan pengecekan dan mengajukan laporan terkait masalah pencairan.
Anda juga bisa menghubungi perangkat desa seperti RT/RW atau kelurahan setempat untuk memastikan tidak ada kendala administratif dalam distribusi bansos di wilayah Anda.
4. Pastikan Rekening atau Kartu KKS Masih Aktif
Jika bansos disalurkan melalui rekening bank, lakukan pengecekan di ATM atau kantor cabang bank penyalur untuk memastikan bahwa rekening masih aktif dan tidak dalam status diblokir atau dinonaktifkan.
Jika kartu KKS hilang atau rusak, segera ajukan permohonan penggantian di bank penyalur yang bekerja sama dengan pemerintah, seperti Bank BRI, BNI, atau Mandiri.
5. Pantau Jadwal Pencairan Resmi
Setiap program bansos memiliki jadwal pencairan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk selalu memantau informasi dari sumber resmi seperti Kementerian Sosial, pemerintah daerah, atau bank penyalur agar tidak ketinggalan informasi terkait pencairan bantuan.
Jadi, bansos yang tidak cair bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kesalahan administrasi, perubahan status kepesertaan, atau kendala teknis dalam sistem pencairan.
Agar bantuan tetap bisa diterima, pastikan data kependudukan yang tercatat benar, rekening atau kartu KKS dalam kondisi aktif, dan pantau jadwal pencairan melalui sumber resmi.