Setelah itu, ketupat direbus selama beberapa jam hingga beras matang sempurna dan mengisi seluruh ruang dalam anyaman.
Proses ini juga memiliki makna simbolis, janur yang digunakan melambangkan kesucian niat, sedangkan proses perebusan melambangkan ujian hidup yang harus dilalui agar manusia menjadi pribadi yang lebih baik.
Di beberapa daerah, ada tradisi khusus yang disebut Lebaran Ketupat, yang biasanya dirayakan seminggu setelah Idul Fitri. Tradisi ini menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Ketupat yang telah dimasak dibagikan kepada keluarga, tetangga, hingga kerabat, sebagai simbol berbagi rezeki dan kebahagiaan.
Selain itu, Lebaran Ketupat juga menjadi wujud apresiasi bagi umat Muslim yang menjalankan puasa sunah Syawal setelah Ramadhan. Tradisi ini mengajarkan pentingnya kebersamaan, kasih sayang, dan saling memaafkan.
Hingga saat ini, ketupat tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia.
Tradisi ini terus dilestarikan, menjadi simbol kekayaan budaya sekaligus pengingat akan nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam Islam, seperti kebersamaan, kesabaran, dan saling memaafkan.
Jadi, saat Anda menyantap ketupat di hari Lebaran, ingatlah bahwa di balik hidangan sederhana ini tersimpan filosofi mendalam tentang asal-usul ketupat yang mengajarkan kita tentang makna kehidupan dan pentingnya menjaga tali silaturahmi.