Anak Kecanduan Gadget? Begini Cara Mengatasinya Sebelum Terlambat

Rabu 02 Apr 2025, 22:00 WIB
Ilustrasi anak kecanduan gadget. (Sumber: Pixabay/Vika_Glitter)

Ilustrasi anak kecanduan gadget. (Sumber: Pixabay/Vika_Glitter)

POSKOTA.CO.ID - Merawat anak bukanlah hal yang mudah, terutama bagi orang tua yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Tidak jarang, memberikan gadget menjadi solusi praktis agar anak lebih tenang, seperti saat rewel atau susah makan.

Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini dapat membuat anak menjadi bergantung pada gadget, bahkan berisiko mengalami kecanduan.

Lebih jauh, salah satu dampak negatif yang dikhawatirkan dari penggunaan gadget berlebihan adalah gangguan perkembangan bicara atau speech delay.

Apakah benar gadget dapat meningkatkan risiko keterlambatan bicara? Lalu, bagaimana jika anak sudah terlanjur kecanduan gadget? Simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: Jangan Biarkan Sakit Gigi Ganggu Ibadahmu! Ini Cara Jitu Jaga Kesehatan Gigi Saat Puasa

Risiko Speech Delay Akibat Penggunaan Gadget

Di era digital, memperkenalkan anak pada gadget memang tidak bisa dihindari. Namun, penting untuk tetap membatasi waktu penggunaannya.

Mengutip kanal YouTube Alodokter, dr Abi memberikan penjelasan seputar risiko speech delay ini. Menurutnya, anak yang memiliki screen time terlalu lama atau ketergantungan pada gadget cenderung lebih berisiko mengalami speech delay.

Tentunya risiko speech delay ini didasarkan pada hasil penelitian mengenai penggunaan gadget pada anak.

“ketergantungan pada gadget punya potensi yang lebih tinggi untuk mengalami speech delay alias keterlambatan bicara. Soalnya saat anak terfokus penuh pada gadget, ia akan cenderung abai dengan orang di sekitarnya. Alhasil interaksi secara langsung dengan orang sekitar termasuk dengan ayah dan juga bunda jadi lebih jarang akibatnya anak jadi enggak mendapatkan kosakata baru dan kesulitan menyusun kalimat yang benar,” kata dr Abi.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk membatasi penggunaan gadget pada anak, yaitu:

  • 1–2 jam per hari untuk anak di atas 2 tahun.
  • Dihindari sepenuhnya bagi anak di bawah 2 tahun, karena mereka masih membutuhkan interaksi langsung untuk mendukung perkembangan bahasa dan sosialnya.

Berita Terkait

News Update