Saat ini, banyak CCTV yang menawarkan opsi koneksi melalui Wi-Fi atau tanpa Wi-Fi:
Wi-Fi/Online: Kamera IP (Internet Protocol) memungkinkan pemantauan secara real-time dari jarak jauh melalui ponsel.
Non-Wi-Fi/Offline: Ada juga CCTV yang bisa digunakan tanpa koneksi internet. Biasanya, kamera ini hanya merekam di memori internal atau kartu memori (SD Card), dengan jarak pemantauan yang terbatas, sekitar 15-20 meter.
Pilih jenis koneksi yang sesuai dengan kondisi jaringan internet di rumah. Jika rumah tidak memiliki koneksi internet stabil, pilih CCTV yang tetap bisa merekam tanpa tergantung Wi-Fi.
4. Perhatikan Resolusi Kamera
Kualitas gambar adalah faktor penting dalam memilih CCTV. Minimal pilih kamera dengan resolusi HD (720p) atau Full HD (1080p) untuk hasil gambar yang jernih. Saat ini, banyak kamera CCTV yang sudah mendukung resolusi 2K bahkan 4K, menghasilkan gambar yang sangat tajam.
Semakin tinggi resolusinya, tentu hasil rekaman semakin jelas. Namun, perhatikan juga bahwa rekaman berkualitas tinggi membutuhkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
5. Cek Fitur-Fitur Tambahan yang Ditawarkan
Fitur CCTV sangat bervariasi, sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Beberapa fitur penting yang layak dipertimbangkan antara lain:
Motion Detection: Deteksi gerakan, fitur dasar yang wajib ada di CCTV.
Night Vision: Kemampuan merekam dalam gelap secara otomatis.
Sound Detection & Smoke Detection: Cocok untuk CCTV di area dapur atau kamar bayi.
PTZ (Pan-Tilt-Zoom): Memungkinkan kamera bergerak dan memperbesar gambar.
Two-Way Audio: Fitur komunikasi suara dua arah.